0
MARELAN | TV Online RI - Lurah Terjun H.Azwar melalui suratnya bernomor 500/93 prihal himbauan agar tidak mendirikan mendirikan pangkalan gas baru tertanggal 15 Agustus 2016 ditujukan pada pihak Hiswana Migas Sumut dan pihak Maneger Gas Domestik PT.Pertamina (persero) UPMS I Medan maupun pihak Agen gas elpiji 3 Kg.Dilayangkannya surat teguran Lurah tersebut terkait adanya laporan keberatan pangkalan gas elpiji 3 Kg atas nama Surianto beralamat di Lingkungan 2 Jalan Pasar 2 Kelurahan Terjun Kec.Medan Marelan dengan agen PT.Sumber Pelita Lestari.atas berdirinya pangkalan gas elpiji 3 Kg yang baru atasnama Samsul Bahri di lingkungan yang sama atas nama agen PT.Husna Gasindo Pratama.Teguran Lurah tersebut guna menghindari hal yang tak diinginkan serta menjaga terjadinya gejolak sosial serta penyelewengan gas elpiji 3 Kg yang bersubsidi tersebut.
Sebagaimana diketahui sebelumnya pihak Himpunan swasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas) dituding tak melakukan verifikasi terlebih dahulu dalam membentuk pangkalan baru akibatnya banyaknya terjadi tumpang tindih pangkalan gas elpiji 3 Kg hingga berdampak adanya penyelewengan barang subsidi
tersebut serta adanya persaingan yang tak sehat.

Demikian ditegaskan Surianto selaku ketua divisi migas Forum Rakyat bersatu (FRB) Sumut sesuai temuan tumpang tindih pangkalan gas diantaranya pangkalan milik SB nama agen gas : Husnagasindo Pratama
berada di Lingkungan 2 pasar 2 Barat Kelurahan Terjun, Lingkungan 16 Kelurahan Rengas Pulau, pangkalan gas di pasar 4 Timur, Pasar 1 Tengah Kelurahan Tanah 600, serta di daerah lainnya diluar kecanatan Medan
Marelan.Diduga pendirian pangkalan gas tumpang tindih terindikasi adanya permainan Hiswanamigas dan Pertamina sebab lemahnya pengawasan terhadap pangkalan itu sendiri apalagi mudahnya pendirian pangkalan
ganda di Lingkungan tanpa uji kelayakan dari pihak Hiswana Migas dan Pertamina.Dan disebut sebut untuk memuluskan pendirian 1 pangkalan gas tumpang tindih saja menyetor Rp50 juta.

Seharusnya sesuai PP No 104 tahun 2007 bahwa mekanisme pelaksanaan pendiatribusian gas elpiji 3 Kg telah ditetapkan sebagai acuan agar tak terjadi gejolak sosial bagi pangkalan gas dan agen serta konsumen.

"Kita telah menyurati pihak Kelurahan Terjun Marelan agar adanya tumpang tindih pangkalan gas tersebut dapat ditertibkan serta pihak Forum Rakyat Bersatu akan menyurati instana terkait yakni Hiswanamigas, Pertamina Medan, Pemko Medan, Gubsu dan Kapolda serta ditembuskan ke Menteri ESDM dan Presiden,"tegas Surianto saat diwawancarai awak media ini.

Lebih lanjut Surianto mengatakan, bila masalah tumpang tindih pangkalan gas ini tak juga diatasi maka pemilik pangkalan rame rame membawa tabung gas ke kantor Hiswana Migas untuk membuka pangkalan gas karena tak ada lagi tempat untuk cari nafkah guna menutupi kebutuhan keluarga di Lingkungannya sendiri.

Dan dikhawatirkan tumpang tindih pangkalan gas ini akan berdampak adanya penyelewengan barang subsidi. Solusinya, harus dibuat pemetaan dan ditata ulang kembali pangkalan pangkalan agar masyarakat konsumen maupun pemilik pangkalan tak resah.

Sebelumnya Ketua Forum Rakyat Bersatu devisi Migas telah mengkonfirmasi salah seorang Sales Region Doni menegaskan sudah tutup kran pendirian.Pangkalan khususnya di kota Medan akantetapi nyatanya saat ini malah menjamur tumbuh pangkalan gas 3 Kg tersebut.cetus Surianto.(red/Mrl).

Post a comment

 
Top