0

MEDAN | TV Online RI - Abdullah, A.Pi, MMA Widyaiswara Balai Diklat Perikanan Medan dalam tulisannya kembali memaparkan bagaimana cara memilih lokasi tambak udang yang baik. Tujuan mendalami pengetahuan tentang memilihan lokasi tambak  udang adalah  :
1.    Memahami aspek-aspek yang mempengaruhi syarat lokasi bagi pertambakan ikan/udang.
2.    Mampu memilih lokasi yang sesuai untuk dijadikan tambak ikan/udang.

Memilihan lokasi dalam kegiatan budidaya ikan/udang di tambak semata-mata dilakukan demi terpenuhinya persyaratan teknis dan non teknis
      
A.    Aspek Teknis
    Persyaratan aspek teknis dalam pemilihan lokasi tambak yang perlu di perhatikan diantaranya adalah   :
1.    Tophografi
Tophografi adalah tingkat kerataan lahan yang dapat diketahui melalui  pemetaan lahan secara ”grid” dengan skala 1:25 s/d 1:100.
a.    Lokasi tambak harus memiliki kontur yang relatif rata dan elevasi ideal, hal ini untuk mempermudah pengerjaan pembuatan tambak dengan biaya yang rendah. Topografi berkaitan dengan letak ketinggian lokasi dan pasang surut.
b.    Lokasi tambak tidak bergelombang,  bila bergelombang tidak menguntungkan      dari segi rancang bangun maupun operasional tambak\  karena :
1)    Meratakan tanah butuh biaya besar.
Dalam meratakan tanah yang bergelombang otomatis akan menghilangkan  “top soil” karena bagian yang tinggi dipotong dan bagian yang dalam akan ditimbun  sehingga upaya ini membutuhkan biaya yang relatif besar dan waktu yang cukup lama serta tingkat kesuburan yang tidak merata.
2)    Untuk lahan yang baru di buka biasanya bersifat asam, penimbunan dan penggalian tanah menimbulkan masalah baru yakni memberikan kesempatan oksidasi pyrit yang menghasilkan asam dan  sulit diatasi. Kondisi pyrit ditandai dengan munculnya warna merah kekuning-kuningan pada lapisan permukaan tanah dan air.

2.    Elevasi
Elevasi atau kemiringan lahan, hal ini . berkaitan dengan kemampuan irigasi tanah.
Lahan yang sudut elevasinya terlalu besar akan menyulitkan dalam pembangunan tambak terutama pada bagian hulu, karena tidak  mendapatkan suplai air  yang cukup untuk kegiatan budidaya sehingga dalam pemasukan air diperlukan pompa atau menggali tanah yang lebih dalam yang akan berpeluang munculnya pyrit.
       Letak dasar saluran utama yang ideal 40 cm di bawah titik zero datum agar ketika surut terendah, saluran utama yang berfungsi sebagai inlet tetap terisi air. Untuk dasar saluran pembuangan kurang lebih 25 cm lebih rendah dari  dasar caren atau parit keliling dalam petak tambak. Tinggi pematang utama yang ideal disarankan 50 cm di atas pasang tertinggi.

3.    Vegetasi
Vegetasi dapat juga merupakan petunjuk alami mengenai jenis tanah, elevasi, salinitas dan keasaman tanah. Umumnya apabila dominasi vegetasi di daerah tersebut api-api (avicenna), nipah dan pakis maka tanah tersebut ideal untuk pembuatan tambak, apabila dominasi vegetasi tersebut bakau (mangrove) maka tanah tersebut tidak cocok untuk tambak karena ”tanah asam” potensi sebagai tanah pyrit.
Berikut ini parameter fisik dan kimia dari lokasi dengan dominasi jenis  vegetasi di areal calon lokasi tambak (Tabel 1).
Tabel 1.    Dominasi  Jenis Vegetasi di Areal Calon Lokasi Tambak

Nipah (Nipa fructicans) dan Api-api (Avicenia sp)    Bakau (Mangrove)
1.    Kandungan bahan organik tinggi
2.     Kandungan liat tinggi
3.    Salinitas atau kadar garam air relative rendah (5-20 ppt)
4. Derajat keasaman netral (Ph 7-8)    1.  Tanah cenderung gambut
2.    Elevasi yang  rendah sehingga air pasang dapat menjangkau daerah ini dengan baik
3.  Tanah bersifat asam (Ph >7)

Dalam pembersihan tumbuhan harus dilakukan sampai benar-benar bersih karena sisa batang/akar tumbuhan dapat mengakibatkan tanah kurang kompak dan pH tanah menjadi rendah. Hal ini disebabkan karena adanya pembusukan yang akan berpengaruh langsung terhadap kualitas air.
  
4.    Sumber Air
Suplai air yang cukup sepanjang tahun   secara grafitasi dengan perbedaan pasang surut yang ideal 1,5 – 2,5 m dan tidak adanya  pencemaran,  Oleh karena itu diperlukan data pasang surut guna menentukan :
a.    Dasar tambak
b.    Dasar saluran primer dan sekunder
c.    Lebar dan tinggi pematang serta dimensi saluran inlet dan outlet
Berikut ini persyaratan parameter kualitas air yang layak dalam masa pemeliharaan udang berdasarkan SNI 01-7246-2006 (tabel 2)
    Tabel 2. Parameter Kualitas Air  Budidaya Udang
No    Parameter Air    Satuan    Kisaran Optimal
1    Salinitas    Ppm    15 – 25
2    Suhu    °C    28,5 – 31,5
3    pH        7.5 – 8.5
4    DO, minimal     mg/L    3.5
5    Alkalinitas     mg/L    100 – 150
6    B. Organik, maksimal     mg/L    55
7    Amoniak total, maksimal    mg/L    0.01
8    Nitrit    mg/L    0.01
9    Nitrat    mg/L    0.5
10    Phosphat    mg/L    0.1
11    Ketinggian air    Cm    120 - 200
12    Kecerahan air    Cm    30 – 45

5.    Kualitas  tanah
    Kualitas tanah terdiri dari tekstur dan kimiawi tanah. Tekstur tanah berkaitan dengan kemampuan tanah untuk dibentuk dan dijadikan tanggul sehingga mampu menahan tekanan air sampai ketinggian yang diinginkan. Tekstur tanah yang ideal untuk kegiatan usaha budidaya udang adalah tanah liat berpasir (sandy clay) atau liat berlumpur (clay loam) karena tanah tersebut baik untuk pematang karena kompak, kuat, dapat menahan air dan tidak pecah-pecah.
    Tekstur tanah dasar terdiri dari lumpur liat berdebu/lumpur berpasir dengan kandungan pasir tidak lebih dari 20 %  karena :
a.    Tanah dengan kandungan pasir tinggi akan sangat porus dan sulit ditumbuhi pakan alami/plankton.
b.    Tanah dengan kandungan debu tinggi kurang kompak dalam keadaan kering sehingga mudah longsor.
Kimiawi tanah berkaitan dengan kesuburan tanah. Untuk  udang yang merupakan hewan based living dengan menghabiskan hidupnya di bagian dasar tambak atau permukaan  tanah, maka diperlukan kualitas tanah  yang layak untuk kelangsungan hidup udang. Berikut ini parameter kimiawi tanah yang ideal untuk di jadikan tambak  udang (Tabel 3).

Posting Komentar

 
Top