0
MEDAN | TV Online RI - Kalangan pengguna jasa pelabuhan Belawan serta para importir tergabung dalam Gabungan Importit Nasional Seluruh Indonsia (GINSI) dan Assosiasi Perusaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) mengharapkan agar Dweeling Time di Pelabuhan Belawan hanya 2,5 hari dalam waktu kerja 24 jam.

"Kami kalangan pengguna jasa kepelabuhan Belawan sangat mengharapkan dweeling Time itu tepat waktu hanya sekitar 2,5 hari guna menjamin kelancaran proses arus ekspor impor,"Demikian disampaikan Surianto selaku mewakili para pengguna jasa di Pelabuhan Belawan saat acara pertemuan seluruh pelaku usaha  di Pelabuhan Belawan, Perusahan Pengguna jasa Kepabeanan (PPJK), eksportir dan importir dengan PT.Pelindo 1, Bea Cukai dan Karantina Pelabuhan dalam membahas percepatan Dweeling Time di Ballroom 1 Hotel Emerald Garden Medan, Jumat malam  kemarin (23/09).

Surianto yang akrab disapa Butong tersebut juga berharap pada pihak Belawan Internasional Contener Terminal (BICT) untuk mengambil langkah -langkah pertama untuk saling kordinasi dengan beacukai, op, syahbandar dan karantina.

Bahwa kita sebagai pengguna jasa mungkin optimis bisa dicapai dweeling time selama 2,5 hari saja tapi pada prinsipnya kalau semua pihak itu bisa bekerja selama 24 jam, baik dari proses pembayaran via banknya hingga kesiapan fasilitas pendukung yang ada di Pelabuhan Belawan tersedia.Ujarnya usai pertemuan tersebut digelar.

Dalam pertemuan itu turut dihadiri Kepala Otoritas Pelabuhan Belawan Marabesi Haikal Dahlan, Secretaris Direksi Pelindo 1 Eriansyah didampingi Humasnya Rica Agnes, GM.BICT Yazid Yarham, petugas Syahbandar Belwan, Bea Cukai, Karantina serta para pelaku usaha di Pelabuhan Belawan maupun pihak dari Assosiasi Perusahan Bongkar Muat Indonesia (APBMI).

Hadir juga Dianto MS selaku ketua GINSI, Ia mengaku optimis dweeling time di Pelabuhan Belawan dapat menekan dweeling Time tercapai 2,5 hari asalkan semua pihak yang berkompeten serta instansi terkait saling berkomitmen untuk mempercepat dweeling Time.

Pihak importir dalam hal ini membantah ada Pungutan liar (Pungli), meski tak ada masalah dengan peralatan yang dimiliki Pelindo namun ia meminta pihak Pelindo 1 untuk meningkatkan fasilitas pendukung, sarana maupun sarana demi kelancaran arus ekspor impor barang di Pelabuhan Belawan serta meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) peugas di Pelabuhan.

Ditempat yang sama, Eriansyah selaku secretaris Direksi PT.Pelindo 1 mengaku pihak Pelindo terus berupaya serta terus bekordinasi dengan instansi terkait di Pelabuhan baik dengan pihak Bea Cukai, Karantina, maupun pihak pelaku usaha di Pelabuhan serta organisasi APBMI, GINSI, organda maupun pemilik gudang pelaku usaha di Pelabuhan Belawan.

"Pertemuan hari ini adalah merupakan sprit yang sama untuk menurunkan angka dweeling Time dalam menindak lanjuti arahan pak Menteri dan presiden dan kita targetkan memang 2,5 hari daam jangka waktu kerja 24 jam di Pelabuhan Belawan,"cetus Eriansyah. 

Kepala Otoritas Pelabuhan Belawan Marabesi Haikal Dahlan mengatakan, pihaknya sepakat menargetkan dweeling time hanya 2,5 hari berkomitmen bersama instansi terkait di Pelabuhan Belawan.Kita meminta pada pihak Pelindo agar kesiapan peralatan di Pelabuhan harus beroperasi selama 24 jam, serta peningkatan masalah SDM begitu juga dengan instansi Bea Cukai dan Karantina agar selalau bersinergi dalam mencapai target dweeling time hanya 2,5 hari. Ujarnya singkat saat ditanyai awak media.(zul/Red).

Post a comment

 
Top