0
MEDAN LABUHAN | TV Online RI - Adalah Abdullah, A.Pi, MMA selaku Widyaiswara Balai Diklat Perikanan Medan kembali memaparkan tujuan mendalami keterampilan penebaran benih ikan adalah agar mampu melakukan penebaran benih ikan secara benar, sehingga benih tidak mengalami stress bahkan kematian. Oleh karena itu perlu didukung dengan pengetahuan, keterampilan dan peralatan yang memadai, agar dapat menekan risiko yang mungkin timbul selama proses penebaran benih berlangsung. Berikut ini akan diuraikan langkah-langkah apa saja yang seharusnya diketahui dan dilakukan dalam proses penebaran benih ikan.
1. Kriteria Benih
Sebelum melakukan penebaran benih, terlebih dahulu mempersiapkan benih sebaik mungkin dalam arti benih memenuhi persyaratan layak sebar, baik dari sisi ukuran, umur, sifat makannya serta kesehatannya dengan kriteria sebagai berikut :
- Benih tidak luka atau cacat, karena kulit yang luka akan menjadi sumber masuknya bakteri penyebab penyakit yang dapat menyebabkan stres bahkan kematian pada benih.
- Gerakan lincah tetapi tidak meloncat-loncat
- Nafsu makan tinggi
- Ukuran relatif seragam atau tidak melebihi 1 cm perbedaan panjang total.
- Warna benih tidak pucat
2. Pemakingan Benih

Cara pemakingan benih diawali dengan menyiapkan kantong berukuran 90 x 50 cm dengan ketebalan = 0,2 mm, kemudian masukkan benih (yang telah disortir dan dipuasakan) ke dalam kantung sedikit demi sedikit sampai berjumlah 400 – 500 ekor.

Tambahkan gas oksigen ke dalam kantong plastik yang sudah berisi benih, kemudian tutup kantong plastik dan diikat dengan karet pengikat.

3. Pengangkutan Benih, Pengangkutan benih dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu pengangkutan tertutup dan pengangkutan terbuka. Pengangkutan ikan tertutup dengan mempergunakan kantong plastik tertutup sehingga tidak ada kontak dengan udara luar. Sebelum diangkut, kantong plastik harus diisi gas oksigen untuk kelangsungan hidup benih selama dalam perjalanan. Benih yang diisikan ke kantong plastik sebelumnya harus dipuasakan selama + 24 jam dengan tujuan agar tingkat kematian selama proses pengangkutan dapat ditekan serendah mungkin.


Kepadatan dan ukuran ikan selama pengangkutan menjadi bagian yang perlu mendapat perhatian khusus. yaitu semakin jauh jarak pengangkutan, kepadatan benih harus dikurangi dan semakin kecil ukuran benih ikan semakin banyak jumlah benih yang dapat diangkut per satuan volume air.

Sementara pengangkutan terbuka adalah pengangkutan benih dengan menggunakan wadah berupa drum, tong plastik, jerigen plastik atau baik terpal. Pengangkutan sistem terbuka membiarkan benih bersentuhan dengan udara bebas. Kebutuhan oksigen tidak lagi menjadi faktor pembatas, karena telah terjadi difusi oksigen secara alami dengan udara di sekitarnya. Sebagai contoh misalnya benih lele yang diangkut sebaiknya berukuran 5 – 6 cm. Jarak tempuh yang cukup jauh atau lebih dari 10 jam dianjurkan dengan sistem terbuka, baik dengan wadah drum terbuka atau menggunakan mobil pick-up dengan dilapisi terpal. Waktu perjalanan sebaiknya pada sore hari atau malam hari agar tingkat kematian benih dapat ditekan.

4. Menebarkan Benih, Setelah benih tiba di kolam, sebaiknya benih disucihamakan terlebih dahulu sebelum ditebar dengan cara merendamnya di dalam larutan PK atau KMNO 4 (Kalium Permanganat) dengan dosis 35 mg/l selama 24 jam atau bisa juga dengan menggunakan formalin 25 mg/l selama 5 – 10 menit.

Tindakan yang paling penting dalam menebar benih ini adalah melakukan aklimatisasi yaitu proses penyesuaian kondisi air yang ada di dalam kantong plastik benih dengan air kolam atau air media tempat benih itu ditebar. Karena tidak sedikit pembudidaya yang masih tingkat pemula mengalami gagal panen diakibatkan salah memperlakukan
benih saat penyebarannya di kolam.

Cara mudah melakukan aklimatisasi diawali dengan meletakkan kantong-kantong plastik berisi benih ke dalam kolam beberapa saat yaitu sekitar 15 – 30 menit, setelah itu kantong plastik dibuka dan masukkan air kolam ke dalam kantong plastik sedikit demi sedikit sampai mencapai perbandingan 1:1 antara air yang ada di dalam kantong plastik benih dengan air yang berasal dari kolam. Jika air sudah bercampur sempurna dan suhunya relatif sama, kantong plastik dimiringkan agar memudahkan benih ke luar memasuki perairan kolam.(Red).

Posting Komentar

 
Top