0
BELAWAN | TV Online RI - Pasca digelarnya aksi ribuan buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Belawan pada Jumat siang kemarin (07/10) kalangan buruh pelabuhan Belawan menuntut agar,
1. Menarik pernyataan Poldasu / Krimsus tentang pernyataannya bahwasanya keberadaan TKBM Pelabuhan Belawan tidak ada dan premanisme serta merupakan kedok belaka.
2. Jangan pernah mengkotak - katik KKB (Kesepakatan kerja bersama) biaya bagian TKBM Pelabuhan Belawan
3. Hentikan kriminalisasi terhadap TKBM
Dikarenakan adanya pernyataan bahwasanya buruh TKBM Pelabuhan Belawan tidak ada dan premanisme serta merupakan kedok belaka yang disampaikan
Poldasu / Krimsus, ribuan Buruh TKBM Pelabuhan Belawan marah dan melakukan aksi Damai di depan kantor koperasi Primkop TKBM jalan minyak No. 1 Belawan, kamis (06/10/2016).


Atas pernyataan ini seluruh anggota buruh TKBM Pelabuhan Belawan kemarin melakukan mogok kerja karena merasa tersinggung atas pernyataan tersebut.
Salah satu anggota TKBM Jhon yang ikut mogok kerja ketika dimintai keteranganya oleh wartawan mengatakan, "Masak bang seorang petinggi kepolisian ngomongnya seperti itu, kami aja buruh tahu berbahasa dan sopan santun, itulah sebabnya kami mogok kerja agar kejadiaan serupa tidak terulang kembali karena kami buruh TKBM bukan pereman tapi pekerja  dan keberadaan kami sudah lama serta merupakan aset pelabuhan, tidak ada buruh maka pelabuhan tidak akan berfungsi", terang Jhon dengan suara kerasnya.
Terpisah Sabam Manalu seketaris Koperasi TKBM "Upaya Karya", "semua anggota TKBM kita tersinggung atas pernyataan Poldasu / Krimsus, pernyataan ini sudah melukai perasaan semua anggota bang, makanya kami akan mengambil langkah yang tegas, sehingga kemarin kita melakukan demo dengan melibatkan seluruh anggota TKBM yang berjumlah 3.500 lebih dan kita akan demo ke Poldasu,kantor Gubernur, Gedung dewan dan Polres Pelabuhan Belawan.(Sitorus/Blw).


Posting Komentar

 
Top