0
BELAWAN |  TV Online RI – Selama 9 bulan kasus hilangnya 4 nelayan pancing asal Bagan Deli ditangani Polairdasu belum juga membuahkan hasil meski Kepala Dirpolairdasunya telah dicopot dari jabatannya. Padahal penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi-saksi namun Polisi Perairan Daerah Sumatera Utara itu belum juga berhasil mengungkap misteri hilangnya 4 nelayan yang diduga dibunuh asal Gudang Cerewet di Pelabuhan Perikanan Gabion tersebut.

Akibatnya keluarga korban sepakat cari keadilan ke Poldasu. Rabu (2/11/2016).Ke 4 orang nelayan pancing yang malang itu masing-masing Rajali Abdi, Fachruddin Ahmad, Hamdani, dan Muhammad Zein. Ke empatnya tinggal di Kelurahan Bagan Deli Kecamatan Medan Belawan.
           
Kesepakatan tersebut disampaikan pihak korban Abdullah Amin (56) pada wartawan usai pertemuan dengan anggota Komisi III DPR-RI yang akrab disapa Romo di gedung Romo Center jalan Gatot Subroto Medan. Keluarga korban didampingi Romo dan tim bertemu langsung dengan Kapaldasu Irjen Pol. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel M. Si.
“Pertemuan dengan anggota Komisi III DPR-RI Romo disepakati untuk melanjutkan kasus pembunuhan 4 nelayan pancing asal Bagan Deli ke Poldasu. Dijadwalkan istri-istri korban  didampingi Romo dan tim bertemu langsung dengan Kapoldasu”. Kata Abdullah Amin di Belawan. Rabu malam (2/11/2016).
           
Abdullah Amin sesalkan Polairdasu yang dinilai tidak serius ungkap masalah, padahal  titik terang hilangnya 4 nelayan asal Bagan Deli sudah diketahui pihak Polairdasu.
“Kita heran, kasus Jessica – Mirna yang menyita perhatian publik berhasil ditangani Polisi dalam waktu singkat, padahal Jessica dituding sebagai pelaku pembunuhan Mirna tanpa alat bukti yang cukup.

Sementara kasus pembunuhan sadis 4 orang nelayan yang ditangani Polairdasu 1 tahun masih kabur, padahal titik terang pelakunya sudah kelihatan. Kita hawatir kasus itu sengaja dikaburkan karna pihak korban dari keluarga miskin”. Kata Amin.
           
Sebelumnya diberitakan, ke 4 korban pergi melaut tumpangi perahu Lumba-Lumba milik pedagang Amir. Dalam perjalanan ke 4 korban datangi kapal ikan yang dinakhodai H. Zul yang masih dikenal, saat itu H. Zul dan ABK sedang bongkar ikan hasil tangkapan. 

Ke 4 nelayan yang belum dapatkan hasil tangkapan minta ikan untuk makan malam kepada Zul yang ketika itu diberikan 20 kg. Naas, 20 kg ikan makan itu malapetaka bagi 4 nelayan pancing. Melalui pesawat radio, Zul hubungi teman-temannya dan kabarkan dirinya telah dirampok. Akibatnya perahu yang ditumpangi 4 nelayan pancing yang malang dihantam kapal ikan yang dinakhodai Razali alias London. Tidak sampai di situ, sejumlah kapal ikan lainnya ikut ambil bagian hingga ke 4 nelayan yang terapung di tengah laut itu tenggelam setelah dihantam kapal ikan yang dinakhodai Khairuddin alias Enden.
Kasusnya dilaporkan istri-istri korban (Nurhayati, Rina Manurung, Nuraini-red) ke Polairdasu dengan bukti laporan pengaduan Nomor : STPL/08/II/2016/Ditpolair, 17 Februari 2016.

Kapal ikan Gabion Belawan yang disebut-sebut habisi nyawa 4 nelayan pancing masing-masing KM. Maju Jaya, KM. Sumber Bahagia Baru, KM. Sejahtera, KM. Metro Politan, KM. Bintang Surya, KM. Sumber Bahagia, dan 2 kapal transport (illegal menyaru jadi kapal jalur-red). Kapal ikan tersebut milik Aheng yang bertangkahan di gudang milik PT. Jasa Hasil Laut alias gudang Cerewet Gabion Belawan.(Red/Blw).

Posting Komentar

 
Top