0
MARELAN | TV Online RI - Jeritan warga nyaring terdengar tatkala Pemerintah dinilai bergaya pembiaran, Buat apa kami membayar pajak bumi bangunan (PBB) bila Pemerinta Kota Medan tak kunjung memperbaiki kondisi jalan rusak, jalan rusak di Pasar 2 Barat Kelurahan Terjun Marelan ini sudah 8 bulan lamanya tak kunjung diperbaiki sehingga kami selaku warga disini berhak menuntut kewajiban Pemko Medan terhadap fasilitas infrastruktur warga.

Demikian jeritan warga Marelan Pasar 2 Barat saat berorasi mengelar aksi tanam pohon pisang serta memblokir jalan sebagai bentuk aksi protes warga pada Pemko Medan.Aksi demo warga ini berlangsung sejak Kamis pagiu tadi (03/11/2016) hingga siang harinya tanpa ada dihadiri Camat Medan Marelan maupun Lurah Terjun sedangkan petugas kepolisian dan koramil tampak di lokasi aksi.

"Sebenarnya kami selaku warga disini malu mengadakan demo protes jalan rusak ini, tetapi karena aspirasi kami tak kunjung didengar makanya kami turun kembali di jalan ini menuntut hak kami pada Pemko Medan agar jalan rusak ini segera diperbaiki,"Cetus Surianto saat berorasi di sekitar badan jalan rusak yang sudah banyak ditanami pohon pisang tersebut.


Surianto selaku tokoh masyarakat tergabung dalam Forum peduli rakyat dalam orasinya menyesalkan kinerja pihak Pemko Mdan Cq Dinas PU Bina Marga yang terkesan memperbaiki jalan tak tuntas dan terkesan ada unsur pilih kasih.

"Kenapa jalan kami disini yang sudah kupak-kapik malah tak diperbaiki sementara diujung arah Timur jalan Marelan Pasar 2 ini sudah dibeton, kami akan melakukan penyetopan pembtonan jalan bila kondisi jalan rusak di ujung sebelkah barat jalan Pasar 2 Marelan ini tak dibeton juga,"cetus Surianto alias Anto berteriak dengan alat pengeras suara tersebut.
Surianto juga mengaku, akibat kondisi jalan rusak dibiarkan mengakibatkan sudah banyak pengguna jalan yang jatuh tergelincir bahkan kemarin ada warga yang masuk rumah sakit akibat masuk lobang di jalan rusak ini, ujarnya lagi.(Red/Mrl).

Posting Komentar

 
Top