0

POTRETRI007.COM- Cara membuat pakan ikan dengan menggunakan alat dan mesin. Perangkat alsin (alat mesin) yang dapat digunakan adalah mesin penepung, pencampur (mixer), pemanas bahan (steamer) khusus untuk pelet pakan ikan, mesin pencetak pelet (peletiser), dan mesin pengering. Konstruksi Alsin pembuat pelet pakan ikan terdiri atas beberapa komponen yang digerakkan oleh motor bakar diesel.

A. Mesin Penghancur (Grinding)
Mesin penghancur (grinding) digunakan untuk menghancurkan bahan baku pakan yang berbentuk butiran dan serat kasar, seperti jagung dan ikan rucah (kepala ikan).
Grinding adalah proses pengecilan ukuran partikel bahan dari bentuk kasar menjadi ukuran yang lebih halus dan menghindari segregasi partikel-partikel bahan. Pengecilan ukuran merupakan suatu bentuk proses penghancuran dan pemotongan bentuk padatan menjadi bentuk yang lebih kecil oleh gaya mekanik.

B. Mesin Penepung (Hammer  Mill dan Disk mill)
Mesin penepung bahan baku pelet berfungsi untuk menepungkan bahan-bahan pembuatan pelet. seperti kedelai, jagung, bungkil kelapa, ikan, daun-daun kering, kulit kacang tanah, tulang ikan, dan lain-lain. Kondisi bahan-bahan yang akan ditepungkan harus dalam keadaan  kering, guna  mengoptimalikan proses penepungan. Mesin penepung ini, terdapat dua jenis mesin yaitu disk mill dan hammer mill dengan berbagai tipe.
1. Mesin penepung Disk mill.
Mesin penepung disk mill bekerja dengan cara menggabungkan fungsi tempaan dengan fungsi giling. Di dalam mesin ada lempengan (disk mill) dengan rangkaian mata pisau. Disk mill ini bekerja menempa sekaligus memecah bahan material menjadi tepung. Kecepatan proses penepungan-nya bisa mencapai dua kali lebih cepat dari mesin hammer mill, demikian juga dengan kehalusannya lebih halus dari tepung yang digiling oleh mesin hammer mill yaitu bisa mencapai ukuran butiran tepung sampai 0.4 mes.
  
Gambar 2.1. Mesin penepung Disk mill

Cara kerja mesin penepung disk mill ini lebih optimal bila bahan material yang digiling dalam kondisi kering.

2. Mesin penepung Hammer mill
Mesin penepung hammer mill dalam proses penepungannya tidak hanya memecah tapi juga mengaduk bahan material di dalamnya sehingga sangat cocok untuk membuat adonan. Kehalusan tepung bisa mencapai ukuran   1-2mes. Kelebihan mesin ini adalah bisa untuk menghaluskan adonan bahan material yang berkadar air tinggi..

Gambar 2.1. Mesin Penepung Hammer mill

C. Mesin Pengaduk (Mixer)
Alat/Mesin Pencampur (Mixer) digunakan untuk mencampur bahan baku yang telah berupa tepung sehingga diperoleh campuran bahan pelet yang homogen sesuai dengan formula yang diinginkan.


 Gambar 2.3. Mesin Pencampur (Mixer)

Mesin ini berfungsi untuk mencampur bahan-bahan pembuatan pelet yang telah ditepungkan atau dalam bentuk tepung. Dengan mesin ini homogenitas produknya merata, sehingga didapat komposisi yang sama per butir peletnya.

D. Mesin Pencetak
Proses pencetakan pelet diawali dari pencampuran (mixing), pemanasan dengan uap (conditioning) baru kemudian dicetak dan didinginkan (cooling).
Proses conditioning adalah proses pemanasan dengan uap air pada bahan, yang ditujukan untuk gelatinisasi agar terjadi perekatan antar partikel bahan penyusun sehingga penampakan pelet menjadi kompak, ketahanan di dalam air menjadi lebih lama, tekstur dan kekerasannya tidak mengurangi daya cerna. Selain itu juga, proses conditioning ditujukan untuk melunakkan bahan agar mempermudah pencetakan, membuat pakan menjadi steril, terbebas dari kuman atau bibit penyakit; menjadikan pati dari bahan baku yang ada sebagai perekat; pakan menjadi lebih lunak sehingga ikan mudah mencernanya; menciptakan aroma pakan yang lebih merangsang nafsu makan ikan yang mengkonsumsinya.

  
Gambar 2.4. Mesin pencetak pelet tenggelam
Setelah proses pemanasan dengan penguapan atau pengukusan, adonan bahan pakan itu dimasukkan ke dalam mesin pencetak untuk kemudian dicetak menjadi pelet melalui sistem kerja mesin pencetak pelet, yaitu mendorong adonan bahan di dalam sebuah tabung selinder yang terbuat dari besi atau baja dengan menggunakan ulir (screw) menuju lubang cetakan (die) berupa lempengan besi atau baja berbentuk lingkaran dengan lubang-lubang berdiameter 2-3 mm, sehingga pakan akan keluar dari cetakan tersebut dalam bentuk pelet.

  
Gambar 2.5. Mesin cetak pelet apung
Alat pencetak pelet apung berbentuk silinder, terbuat dari bahan Mild Steel atau Stainless Steel. Pada bagian dalamnya terdapat ulir (screen) pengepres bahan adonan pelet. Ulir pengepres ini mendorong bahan adonan ke arah ujung silinder dan menekan plat berlubang (die) sebagai pencetak pelet. Lubang-lubang pada plat (die) berdiameter, sesuai dengan ukuran pelet yang dikehendaki. Pelet yang keluar dari lubang cetakan akan dipotong oleh pisau yang berputar di bagian luar silinder.
Mesin cetak pelet ini dengan sistem bertekanan tinggi mengepress / memadatkan adonan bahan untuk dicetak menjadi pelet pakan ikan. Hasil cetakan pada umumnya dapat mengapung.

E. Mesin Pengering
Mesin pengering berfungsi mengeringkan pelet hasil cetakan, dengan tujuan mempertahankan struktur kompak dan padat serta memperpanjang umur simpan pelet dengan menghambat pertumbuhan jamur melalui pengurangan kadar airnya, sehingga dapat digunakan untuk jangka waktu yang lama.
 Pengeringan adalah tahap akhir dalam proses pembuatan pakan ikan. Pengeringan dapat dilakukan secara alami yaitu dengan menjemur dipanas matahari dan dapat juga dilakukan secara buatan dengan menggunakan mesin pengering dengan sumber energinya minyak, gas atau listrik. Sementara ini mesin pengering pelet yang lazim digunakan terdiri dari 2 pilihan model yaitu tipe rak (tray) seperti berikut ini.
1. Tipe Rak (Tray)
                                
Gambar 2.6. Mesin pengering pelet tipe rak (Tray)

2. Tipe Rotary Dryer

Gambar 2.7. Mesin pengering pelet tipe rotary dryer(Aleo).

Posting Komentar

 
Top