0
"Pernyataan Sikap Gemkara dihadapan Sekda Batubara"

Lima Puluh | Potret RI - Delapan Pimpinan Divisi GEMKARA mendatangi Kantor Bupati Batu Bara di Jalan Perintis Kemerdekaan Lima Puluh Kota, Selasa (20/3) menyampaikan sikap berkaitan pelaksanaan pemerintahan yang dipimpin Pjs. Bupati Faisal Hasyrimi. 

Delegasi 8 Ketua Divisi GEMKARA diterima  Pj. Bupati diwakili Sekda Batu Bara Sakti Alam Siregar di ruang Sekda. 

Dalam pernyataan sikap yang disampaikan secara tertulis, diminta seluruh elemen masyarakat  menjaga situasi kondusif di Kabupaten Batu Bara, jangan mudah terpovokasi oleh oknum/kelompok yang memiliki kepentingan pragmatis dan politis. Sebab belakangan ini ada indikasi gerakan yang dilakukan oknum mengatasnamakan GEMKARA yang dapat mengganggu jalannya pemerintahan di Kabupaten Batu Bara.Mereka seakan ingin mengkritisi pelaksanaan pemerintahan padahal dibalik itu ada kepentingan pragmatis,pribadi dan politis. 

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan Ketua GEMKARA Divisi T. Tiram Zulkarnain Ahmad, mereka mendukung kepemimpinan dan kebijakan Pj. Bupati sepanjang dalam pelaksanaanya sesuai konstitusi. Bagi mereka yang mencoba mengganggu, diminta kepada aparat keamanan cepat bertindak. "Kita tidak mau situasi kondusif Batu Bara terganggu, masyarakat tidak tenang terlebih-lebih menjelang pilkada", kata Ketua GEMKARA Medan Khairul Muslim didampingi Sekretaris Syarkawi Hamid kepada wartawan. 

"Belakangan ini kami mencium ada gerakan atau tindakan yang berbau provokasi yang diarahkan pada kepemimpinan Pjs. Bupati yang diamanahkan Negara untuk menyukseskan pemerintahan, pembangunan dan pelaksanaan Pilkada. Upaya provokasi oknum tertentu yang mengatasnamakan Plt. " Terang Ketua Gemkara.

Kami sangat menyesalkan dan mengecam segala provokasi yang menyudutkan serta tindakan liar yang berpotensi mengganggu kamtibmas. 

Tindakan oknum tersebut telah menodai, merusak eksistensi GEMKARA yang memiliki misi suci sejak perjuangannya memekarkan Kabupaten Batu Bara,sebut Syarkawi. 

Karenanya, seluruh elemen masyarakat diminta tidak melakukan tindakan destruktif, pelanggaran hukum yang dapat menimbulkan situasi tidak kondusif. 

Masyarakat juga diminta  mewaspadai dan berhati-hati terhadap penggunaan media sosial (medsos),penyebaran informasi bohong (hoax) dan penyebaran isu SARA yang dapat berdampak pada aspek hukum.

Kepada aparat keamanan diminta untuk mendeteksi secara dini pergerakan di tengah masyarakat sehingga bisa dilakukan tindakan pencegahan terhadap tindakan pelanggaran hukum dan hak-hak azasi manusia demi terciptanya situasi kondusif di Batu Bara.

Sementara Pjs. Bupati Batu Bara Faisal Hasyrimi diwakili Sekda Sakti Alam saat menerima delegasi GEMKARA mengaku ada oknum/sekelompok orang mengatasnamakan GEMKARA melakukan intervensi Pj. Bupati dalam melaksanakan pemerintahan. Bahkan saya sendiri diancam jangan sampai melakukan mutasi pejabat Pemkab Batu Bara. "Saya didatangi langsung oleh oknum tersebut, tapi saya tidak takut karena tidak ada urusan mereka dalam pemerintahan", tegas Sakti. 

Penyelenggaraan pemerintahan tidak boleh berhenti meskipun ada pergantian Bupati atau diangkat Pjs. Bupati. Karenanya jikapun ada pergantian pejabat, itu memang kewenangan Pjs. Bupati karena undang-undang membenarkan. Jadi, percuma saja ada pihak yang  menakut-nakuti dan mengancam,ujar Sekda. 

Jurubicara GEMKARA Syarkawi Hamid bersama Ketua GEMKARA Medan Khairul Muslim, Ketua GEMKARA T. Tiram Zulkarnain Ahmad, Ketua GEMKARA Medang Deras Taufik Doban menyerahkan pernyataan sikap kepada Sekda Batu Bara Sakti Alam Siregar di ruang kerja

Sekda menyampaikan terima kasih atas sikap yang disampaikan delegasi 8 Divisi GEMKARA yang mendukung pemerintahan Batu Bara. (Red.Su/Is)

Posting Komentar

 
Top