0

POTRETRI007.COM - Ketua PAC.Partai Gerindra Marelan Haris Kelana Damanik beserta unsur kepengurusan dan anggotanya meninjau secara langsung pencemaran limbah aliran sungai Bedera yang dikeluhkan para warga nelayan di Daerah aliran sungai (DAS) Sungai Bedera, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan dimana saat ini kondisi sungai Bedera tercemar sampah dan limbah pabrik.

Terlihat air sungai yang menghitam dan mengeluarkan bauk busuk, akibatnya warga yang berada dialiran tidak bisa memanfaatkan air untuk mandi dan mencuci.

Ketua PAC Partai Gerindra Medan Marelan Haris Kelana Damanik, ST yang turun kelokasi terlihat langsung berdialog dan mendengar keluhan para nelayan yang ada di sekitar aliran Sungai Badera.

Para nelayan, mengeluhkan semenjak air sungai dicemari limba sampa ini penghasilan mereka terus mengalami penurunan. Dan bahkan, air sudah tidak bisa digunakan untuk mandi.

"Kalau dulu kami masih bisa mencari ikan di sungai badera ini, tapi sekarang tidak bisa lagi. Karena air sungai sudah hitam dan bauk, warga juga malas lagi nyuci dan mandi disungai karena airnya seperti ini," ucap Udin salah seorang nelayan.

Mereka berharap, adanya tindakan terhadap para pelaku pencemaran air sungai badera."Yang kami tahu, banyak usaha pencucian an peleburan plastik di sepanjang aliran sungai badera. Mungkin usaha pencucian tersebut juga salah satu penyebab tercemarnya sungai ini,"tambahnya.

Ketua PAC Partai Gerindra Medan Marelan Haris Kelana Damanik, ST
mengaku terkejut dengan kondisi air sungai Badera seperti tersebut.

" Ini harus segera ditindak lanjuti, karena bagaimanapun selain sudah mencemari lingkungan limba ini juga sudah mematikan mata pencarian nelayan yang ada di sepanjang aliran Sungai Badera ini,"ucapnya saat mendengar keluhan nelayan, Minggu (08/04/2018).

Lebih lanjut, dikatakan Haris yang juga ketua DPK.LSM.Strategi Kota Medan ini mengatakan, pihaknya akan menyelidiki dan mencari tahu dari mana asal limba ini."Saya akan cek dulu dari mana asal limbah ini, kalau dari perusahaan akan kita minta pemerintah menindaknya. Karena telah merusak lingkungan,"ujarnya.

"Kalau memang ada usaha masyarakat, kita juga akan minta pemerintah memberikan teguran dan penataan kepada mereka.Karena bagaimanapun sungai ini termasuk sumber mata pencarian para nelayan yang khususnya nelayan yang ada di Kelurahan Terjun ini," ujarnya (leo).

Post a comment

 
Top