0
"Asni (72) pingsan, tidak bisa menahan kekecewaannya terhadap penanganan raibnya dana untuk umroh di Bank Sumut, dari ucapan yang diterimanya IPDA M di Mapolrestabes Medan"

Medan | Potret RI - Baru beberapa hari yang lalu Wakapolda mengingatkan dan memberikan pengarahan mengenai pelayanan yang harus diberikan, Alhasil Pengarahan itu tiada berfungsi, yang diterima malah sakit hati orang tua yang mengakibatkan tiada kesanggupan dan keprofesionalan aparatur dalam memberikan jawaban.

Hal ini diderita Nek Asni (72) warga Jalan Letda Sujono Kelurahan Tembung Kecamatan Medan Tembung pingsan digedung Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan Rabu (11/4) siang sekira pukul 14.30 wib. Korban sempat pingsan selama 20 menit saat hendak menaiki tangga. Korban ditolong oleh seorang Polwan berpangka Bripda dan seorang wanita bernama Lia (39). 

Nek Asni yang pingsan sempat menghebohkan petugas yang operator Polrestabes Medan. Bahkan seorang Polwan yang ada di unit PPA pun ikut membantu agar bu Asni agar kuat. Bukan itu saja, wartawan yang saat itu mendengar korban pingsan langsung mengabadikan foto korban.

Pingsannya Asni ditenggarai karena korban yang lemah ini dimarahi oleh Panit Pidum Ipda Manulang SH, MH. Saat itu korban didampingi penasehat hukumnya Rispan Sinaga SH dan Jitran Pasaribu SH menjumpai Ipda Manulang. Sampainya diruagan sambil duduk  korban mengatakan, " Pak bagaimana masalah saya koq ga selesai-selesai,". Ipda Manulang menjawab, " mana bisa kami perkarakan kalau tidak ada buktinya," jelas Nek Asni menirukan perkataan Ipda Manulang.

Lanjut dikatakan Asni, " Saya kan hidup sebatang kara, hidup saya miskin pak,". Dengan lantang Ipda Manulang menjawab," mana ada urusanku kau hidup kau miskin dan sebatang kara," tutur nek Asni lagi.

Mendengar jawaban Ipda Manulang, Nek Asni terduduk sambil menangis terseduh. Mendengar jawaban Ipda Manulang sebagai Panit Pidum di Satuan Reskrim Polrestabes Medan yang menyakiti hatinya. Saat meninggali ruangan Ipda Manulang, Nek Asni terus mengeluarkan air matanya.

Sekitar jam 14.10 wib, Nek Asni pun dipanggil diruangan Kasat Reskrim untuk dilakukan konfertir. Dalam ruangan Kasat Reskrim pihak bank bernama Aliya (36) yang sebelumnya sebagai Kasir Bank Sumut di Samsat pada tahun 2014 mengakui telah menerima uang korban sebesar Rp.120 juta.

" Saya memang yang terima uang ibu Asni dan uang itu saya antarkan ke Bank Sumut. Seminggu kemudian, buku tabungan dan kartu ATM saya berikan kepada bu Asni dan mnyuruh menukar no pin ATM," jelas korban menirukan perkataan Aliya.

Perkataan Aliya langsung dibantah oleh Nek Asni," ga pernah si Aliya itu menyuruh saya menukar nomor pin. Saya berani bersumpah, dan apa yang dikatakan Aliya itu bohong. Karena saya percaya sama bank, makanya saya menyimpan uang tersebut," tutur Nek Asni lagi.

Info yang beredar  Selasa (17/4) pekan depan, perkara Nek Asni akan digelar di Polda Sumut Jalan Sisingamaraja Tanjung Morawa.(Red.Su/Tim)

Posting Komentar

 
Top