0
"Alquran dijadikan Barang Bukti mendapatkan perlawanan dengan mengeluarkan petisi https://www.change.org/p/kapolri-alquran-bukan-barang-bukti-kejahatan?utm_campaign=fb_dialog&utm_medium=email&utm_source=signature_receipt&post_id=2015828688435991#_=_"


Jakarta | Potret RI - Sangat dikejutkan dengan statement bahwa Alquran kitabnya umat Muslimin dijadikan sebagai barang bukti yang diindikasikan sebagai tindakan dari terorisme. Selain itu para petinggi Polri juga disumpah dengan Alquran.

Sementara itu Din Syamsuddin menilai sebaiknya memang Al-Quran tak jadi barang bukti kasus terorisme. 

"Secara common sense sebaiknya enggak perlu karena itu bukan sesuatu yang buruk ya. Itu kitab suci," kata Din Syamsuddin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (18/5). 

"Perasaan saya, sebaiknya tidak perlu dijadikan barang bukti. Karena setiap warga Muslim harus memiliki Al-Quran. Apa tujuannya dijadikan barang bukti," lanjut mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu. Menurutnya, Al Quran merupakan kitab suci umat Islam. Jadi, kata dia, wajar jika terdapat Al Quran di rumah seorang Muslim. "Itu kitab suci yang seyogyanya sudah ada di rumah seorang Muslim," tegasnya.

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan akan mengevaluasi permintaan itu. Dia juga berterima kasih atas masukan dari warga yang disampaikan melalui change.org.

"Nanti kita evaluasi. Terima kasih masukannya," kata Setyo di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Jumat (18/5).

Dari tindakan tindakan para Petinggi di Mabes Polri, Petisi pun dikeluarkan yang ditujukan kepada Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian itu dibuat pada Kamis (17/5). Petisi muncul karena kekecewaan sang pembuat petisi lantaran polisi beberapa kali menyebut kitab suci umat Islam itu sebagai bagian dari barang bukti dalam sejumlah kasus tindakan terorisme.

Petisi permintaan kepada Polri agar Alquran tak dijadikan barang bukti tindak pidana terorisme, muncul di lawam www.change.org.

Petisi ini ditujukan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan cukup banyak yang menandatanganinya.

"Banyak sekali pemberitaan yang menyebutkan bahwa aparat menyita Alquran yang ditemukan di TKP sebagai barang bukti kejahatan, terutama terorisme. Kejadian ini telah dilakukan bertahun-tahun.

Wahai aparat penegak hukum; Alquran adalah kitab suci umat Islam. Alquran adalah wahyu Allah Swt. Adalah tidak pantas dan tidak benar menjadikan Alquran sebagai barang bukti kejahatan. Ada banyak barang yang ditemukan di suatu TKP yang tidak terkait dengan kejahatan yang terjadi, tetapi mengapa Alquran yang suci itu dikelompokkan ke dalam barang bukti? Bukankah dalam setiap persidangan terorisme, tidak pernah Alquran dijadikan bukti valid yang mendukung tindakan teroris tersebut? Mengapa kesalahan hina ini terus menerus dilakukan. Untuk apa?

Saat Anda, wahai aparat penegak hukum atau siapa saja, menemukan Alquran yang mulia di TKP kejahatan; segeralah muliakan dengan mengambilnya dalam keadaan bersuci lalu wakafkanlah ke masjid terdekat. Itu adalah tindakan yang bermoral, mulia, dan benar. Tidak ada manfaatnya menyatukan Alquran dengan sekelompok barang bukti kejahatan lainnya.

Kaum muslim, atau para pemerhati agama dan moralitas, mari kita bersatu menyuarakan penghentian perendahan pada Alquran.

Semoga berkah Ramadhan 1439 H, bulan Alquran ini, menjadi momentum kita semua untuk membela Alquran." (Red.Su/Tim)





Posting Komentar

 
Top