0

POTRETRI007.COM - Belum lama ini ada warga Indonesia yang berdomisili di wilayah Sei Piring Desa Mekar Sari Dusun II kecamatan Pulau Rakyat kabupaten Asahan, ketepatan wartawan Potret RI 007 Com dari Jakarta berketepatan sedang istirahat di sebuah warung kopi dan sedang minum kopi tiba-tiba ada seorang warga setempat  duduk semeja minum kopi,  langsung mengenalkan dirinya bernama Awaluddin Nasution
Awaluddin mengaku dirinya warga setempat, lalu menceritakan masalah nasibnya kepada awak media dari Jakarta.

 Awaluddin pun mengawali kisah derita yang dialaminya dengan harapan agar awak media dapat memuat kisah nyata kesedihannya sehingga.Pihak Pemerintah Sumut dan pusat bisa mengetahuinya.

"Saya Berharap derita yang saya alami ini supaya tau Bapak President RI H.Jokowi Widodo karena selama ini keadilan tak berpihak pada saya yang wong cilik ini, padahal dari tahun 1996, pertama saya sudah diadukan ke kantor Pengadilan Tanjung Balai akantetapi sampai sekarang tahun 2018 tidak ada keputusannya berpihak pada saya, kemungkinan karena saya orang miskin,  sebab diduga selama ini oknum pemerintahan baik oknum pengacara di pengadilan Asahan dan pemerintah setempat sudah diatur orang kaya berinisial RP,"keluh Awaluddin.

Awaluddin menilai, Pemerintahan zaman sekarang sudah aneh tapi nyata. Menurut Undang-undang peraturan yang disebut Bapak Negara President RI H.Jokowi Widodo tidak boleh korupsi dan pungli, tetapi hal ini melebihi dari korupsi.

Buktinya selama ini perkara rumah gubuk saya sama tanahnya mau diserobot dan mau dikuasai oleh pihak orang kaya RP di wilayah Sei Piring Desa Mekar Sari Dusun II, tetapi disinilah kita bahas mulai perkara ini dari tahun 1996 sampai tahun 2017 terkira lama nya sudah 21 tahun bahkan berlanjut permasalahan ini terus ke Jakarta sudah banding PK Mahkama Agung Jakarta dan belum ada keputusan nya.

Lebih lanjut dikatakan Awaluddin, kemungkinan bisa diduga ada permainan diatas, karena saya Awaluddin Nasution tidak pernah pakai jasa oknum pengacara.

"Masa pertama disidang di kantor Pengadilan Negeri Tanjung Balai, saya bilang kalau betul rumah gubuk dan tanah saya ini bahwa sudah di beli H.Ruslan Panjaitan. Mau dia bersumpah di kantor PN. Tanjung Balai selama setengah bulan saya akan siap meninggalkan rumah gubuk ini, dari saya Awaluddin Nasution karena umur saya sudah lanjut usia, lahir di Bagan Asahan tahun 1952, terhitung umur saya sudah 66 tahun. Sebelum saya di panggil Tuhan masih panjang umur saya harus saya lakukan minta bermohon kepada Bapak-bapak / Ibu-ibu yang terhormat yang bertugas di pemerintahan yang berada dimana-manapun saya orang miskin ini mohon tolong dibantu, aparat pemerintahan yang tahu hukum karena sudah lama masalah perkara saya Awaluddin Nasution dengan H.Ruslan Panjaitan belum ada keputusan nya, seperti lampu dari listrik PLN dapat disuruh orang kaya H.RP harus di putuskan kabelnya itu dari rumah gubuknya itu, yang memutus langsung orang pegawai nya petugas PLN dari setempat, sampai sekarang kami sekeluarga tidak dapat menikmati penerangan dari listrik PLN akibat ulah orang kaya RP bisa semua diatur seperti rumah gubuk kami ini bisa dilihat atau di foto rumah gubuknya. Supaya ada gambarnya terlihat Oleh  Bapak pegawai kepemerintahan yang tahu hukum, ujar Awaluddin kembali.

Kalau di foto rumah gubuk saya Awaluddin Nasution bukan layak lagi ditempati orang, sebagiam besar dindingnya sudah lapuk dan atapnya sudah ada bocor, orangnya yang punya sudah tua umur. Pada siapa saya mau mengadu, Pak Kades sekarang di tempat kami ini yang bernama E W sudah tidak peduli saya begitu juga tak ada kepedulian dari  pihak kecamatan Pulau Rakyat sama sekali tidak memperhatikan masyarakatnya seperti saya ini, cetus  Awaluddin Nasution sembari meminta mohon tolong dibantu pihak penegak hukum, karena selama ini saya mencari petugas kepemerintahan yang adil dan tahu hukum dalam permasalahan ini.

"Saya juga sudah ajukan permohonan perlindungan hukum kepada Bapak Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Kesatuan Aksi Pengemban Amanat Penderitaan Rakyat (LBH KAP AMPERA), Pasukan Khusus Gerindra Merah Putih (Passus GMP), Markas Besar Jl.Raya Jati Negara Timur No.61-65 Jatinegara Jakarta Timur,"ujar Awaluddin.mengakhiri.(MS).

Posting Komentar

 
Top