0
"Edy Rahmayadi Gubernur Tetpilih pada Pilkada 2018-2023"

Sumatera Utara | Potret RI - Letnan Jenderal TNI (Purn.) Edy Rahmayadi (lahir di Sabang, Aceh, 10 Maret 1961; umur 57 tahun) adalah seorang purnawirawan perwira tinggiTNI Angkatan Darat yang Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/12/I/2018, tanggal 4 Januari 2018 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI.

Ia di tetapkan menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun dini).[1] Sebelumnya ia menjabatPangkostrad[2] menggantikan Jenderal TNI Mulyono[3] yang telah menjadi KSAD.

Jabatan lainnya Edy Rahmayadi menjadi Ketua Umum PSSI ke 16

Mulai menjabat 10 November 2016 PendahuluLa Nyalla Mattalitti
Hinca Panjaitan(Pjs.) Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat ke-37 dengan masa jabatan
25 Juli 2015 – 4 Januari 2018 Pendahulu Letnan Jenderal TNI Mulyono Pengganti Letnan Jenderal TNI Agus Kriswanto Informasi pribadi Lahir 10 Maret 1961 (umur 57).

Dengan Pasangan Nawal Lubis menjadi Pilihan Edy Rahmayadi dan memberikan semangat dan motivasi dari seorang anak bangsa yang memiliki integritas tinggi terhadap Negerinya untuk membenahi yang telah lama rusak dalam system Pemerintahan.

Almamater Akademi Militer (1985) Dinas militer Masa dinas 1985–2018 Pangkat Letnan Jenderal TNI Satuan Infanteri (Kostrad)

Edy Rahmayadi, merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1985 berpengalaman dalam bidang infanteri. Jabatan sebelumnya adalah Panglima Kodam I/Bukit Barisan. Ia anak dari Alm. Kapten TNI Rachman Ishaq, penduduk asli Kota Medan bersuku Melayu Deli.

Edy Rahmayadi pernah menjabat sebagai Komandan Yonif Linud 100/Prajurit Setia yang bermarkas di Namu Sira-Sira, Langkat, Provinsi Sumatera Utara.

Dan ditahun Pilkada serentak 2018, dirinya mempertaruhkan jiwa raga dalam pertarungan untuk menjadikan Sumatera Utara menjadi lebih Bermartabat.

Sementara itu Pasangan Edy-Ijeck mengucapkan rasa syukurnya atas kesediaan masyarakat Sumut untuk hadir dan melakukan pemilihan.

Hasil dari perjuangan para pendukung dan relawab membuahkan Keunggulan sementara di hasil hitung cepat (quick count) di beberapa lembaga survei yang diraih Edy Rahmayadi- Musa Rajeksah (Ijeck) di Pilkada Sumatera Utara langsung disambut gegap gempita ratusan pendukungnya di Posko Pemenangan pasangan di Medan, Sumatera Utara, Rabu (27/6).

Tampak terdengar gema takbir ketika pasangan itu dinyatakan unggul oleh beberapa lembaga survei yang ditayangkan oleh stasiun televisi.

Mereka juga turut membentangkan spanduk  besar di pintu gerbang posko yang berisikan ucapan selamat atas kemenangan pasangan Edy-Musa.

Sementara Paslon No. 2 Diketahui Djarot Saiful Hidayat bukan berasal dari Sumut. Ia Lahir di Magelang, Jawa Tengah, dan pernah menjadi Wali Kota Blitar dua periode sebelum menjadi Wakil Gubernur dan Gubernur DKI Jakarta.

Berdasarkan pantauan tim media, ratusan pendukung pasangan yang memiliki akronim 'Eramas' itu kompak mengenakan seragam putih bertuliskan 'Eramas Winner'.

Tampak terdengar gema takbir ketika pasangan itu dinyatakan unggul oleh beberapa lembaga survei yang ditayangkan oleh stasiun televisi.

"Edy-Ijeck menang, takbiiir!" ujar salah satu anggota tim sukses yang berada di posko tersebut.

Selain itu, para pendukung Eramas turut bersorak-sorai dan menyanyikan lagu-lagu dukungan bagi Edy-Musa untuk memeriahkan posko pemenangan.

Mereka juga turut membentangkan spanduk  besar di pintu gerbang posko yang berisikan ucapan selamat atas kemenangan pasangan Edy-Musa.

"Siapa yang suruh datang ke Sumut, Djarot pulang kampung aja," celoteh salah satu tim sukses Eramas.

Diketahui Djarot Saiful Hidayat bukan berasal dari Sumut. Ia Lahir di Magelang, Jawa Tengah, dan pernah menjadi Wali Kota Blitar dua periode sebelum menjadi Wakil Gubernur dan Gubernur DKI Jakarta.

Pengujung berkumpul di Posko kemenangan pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah di Medan. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)

Hasil sementara hitung cepat atau quick count Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut satu Edy Rahmayadi-Muja Rajekshah unggul dalam Pilgub Sumatra Utara 2018.

Berdasarkan persentase data sementara yang  masuk pada Rabu (27/6) pukul 14.46 WIB, Edy-Musa memperoleh persentase 55,06 persen atau unggul dari pesaingnya yakni Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus.

Edy-Musa merupakan pasangan yang didukung tujuh partai politik Demokrat, PAN, PKS, Gerindra, Hanura, Nasdem, dan Golkar.

Sementara lawannya pasangan calon nomor urut dua, Djarot-Sihar yang didukung PDIP dan PPP memperoleh 44,94 persen suara.

Edy Rahmayadi: Siapa Kau? Memangnya Mau Apa Kau? Mainlah Kita? Gini Respons Pendukungnya.

Dalam suasana gembira karena diunggulkan melalui sejumlah quick count, para pendukung pasangan Eramas tertawa saat Edy menyampaikan istilah yang disebutnya Orang Sumut.

Sementara itu Edy Rahmayadi melontarkan kata-kata yang menyulut gelak tawa para pendukung yang memadati Posko Pemenangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) Jalan A Rivai, Medan, Rabu (27/6/2018).

Dalam suasana gembira karena diunggulkan melalui sejumlah quick count, para pendukung pasangan Eramas tertawa saat Edy menyampaikan istilah yang disebutnya Orang Sumut.

"Saya mau jangan terlalu lama euforia ini. Kita rakyat Sumut itu keras. Hanya ada tiga kata di Sumut setahu saya ini. Siapa kau? Memangnya mau apa kau? Main lah kita? Setahu saya rakyat sumut itu," kata Edy disambut gelak tawa.

"Kok jadi sekarang hilang, kita ingatkan lagi. Suatu saat nanti saya tidak benar, hanya ada tiga kata-kata itu," tambah Edy.

Di hadapan para pendukungnya, Edy Rahmayadi mengaku optimiatis hasil sejumlah lembaga quick count tidak akan berbeda dengan hasil resmi yang dirilis KPU Sumut nantinya.

"Saya ucapkan terima kasih, kemenangan Eramas ini adalah kemenangan Sumut. Sumut harus bermartabat," kata Edy. (Red.Su/Tim)


Posting Komentar

 
Top