0
"Pangan yang disediakan lapas dan rutan buat para Napi, hanya Nasi dan sayur kacang serta satu jari kelingking ikan asin di hari lebaran"

Dumai | Potret RI - Laporan kinerja dan kondisi tahanan maupun kelayakan dari segi makanan sampai sedetail detailnya para Napi dianggap sampah tidak dianggap manusia sesuai dengan moto Menkumham itu sendiri untuk memanusiakan manusia, rutan maupun lapas guna sebagai tempat pembinaan, jeritan hati Napi yang meminta keadilan.

Dari data dan informasi yang dihimpun kenyataan berbalik tidak sesuai harapan bahwa Napi juga manusia, ini nasib para Napi di RUTAN DUMAI LEBARAN, Makan nasi compreng lauk ikan asin sebesar kelingking pakai sayur kacang panjang.

Dibalik kegembiraan di Hari Lebaran bagi umat Muslim, ternyata ada nasib umat muslim yang berada di Rutan Dumai mengalami Nasib yang malang karena para umat muslim dihari lebaran pada asyiknya makan ketupat dengan rendangDan semua ayam , sementara Para Napi yang jumlahnya hampir 1000 orang di Rutan Dumai.

Bila dilihat Napi hanya makan nasi dengan lauk Ikan Asin, dimana Hati Nurani pemerintah???!!!???, dan menjadi timbul pertanyaan berapa sebenarnya anggaran itu.

Presiden Jokowi diminta perhatikan Nasib Para Napi. Khususnya Napi di Rutan Dumai yang sangat menyedihkan nasibnya " tegas Pak U yang disini 10 tahun dan Ikan Medan, yang di vonis 9 thn 3 bulan gara gara memakai Narkoba paket 300 ribu. Sementara ada seorang Napi dengan paket 2 ji hanya kena hukuman 2 thn. Dimana KEADILAN....??? Terang Napi.

"Kami Minta Presiden R.I Jokowi segera ke Rutan Dumai kami menunggu Keadilan dari Pak Presiden R.I", tegas Pak U umur 57 thn. Sabtu,16/6

Pak U adalah pemegang Mandat FKKBNI provinsi Riau, sementara itu FKKBNI yang berkunjung di Hari Lebaran kedua FKKBNI diwakili Charles Sitanggang dan Handal Nasution. " kita meminta dan mendesak agar Presiden segera ke Dumai, bukan hanya sekedar etorika menerima laporan fiktif dari setiap lapas dan rutan, dan sampai dimana pengelolaan anggaran negara untuk pembinaan para Napi, sementara Napi adalah manusia yang menjadi korban dan juga pelaku yang ingin adanya perbaikan dan perubahan sikap setelah berada di tempat pembinaan, dan menunggu keikhlasan hati pak Presiden,karena Napi juga Manusia", terang charles disaat ditemui tim media diluar lapas dan rutan, 16/6, sabtu.(Red.Su/Tim)

Posting Komentar

 
Top