0
POTRETRI007.COM- Sidang ke_7 setelah 3 kali ditunda dikarenakan saksi Pelapor Ramadhonal oknum Polri yang di Berhentikan Tidak Dengan Hormat oleh Kapolda Riau akhirnya dihadiri Ramadhonal Selasa (26/6) di Pengadilan Negeri Dumai.

Sidang yang berlangsung hampir memakan waktu 1 Jam berlangsung cukup alot.

Dari hasil kesaksiannya, Ramadhonal mengaku ADA LANGSUNG MENYERAHKAN UANG Sebesar Rp.10.000.000 kepada  Pimred BHARINDO Syamsul Maliki disaksikan terdakwa Wartawan Bharindo yang duduk di kursi

PESAKITAN sekitar awal Januari 2018, kemudian Ramadhonal menjelaskan sebelumnya bahwa ianya melihat langsung Terdakwa Sukrisno pada bulan Nopember 2017 ADA menyerahkan langsung uang kepada SYAMSUL MALIKI di Jakarta. 

Ketika Majelis Hakim meminta agar Ramadhonal memberi penjelasan awal kenal dengan Terdakwa, maka Ramadhonal menjelaskan ketemu dengan Terdakwa pada bulan Agustus 2018 di rumah PAK JON teman Mertuanya bernama AMIR HAMZAH, Ramadhonal MENGAKU saat itu Ianya yang meminta TOLONG kepada terdakwa agar masalah PTDH nya DIURUS.

Penjelasan Ramadhonal dibantah Terdakwa, karna  Terdakwa bertemu September 2017, Ramadhonal juga MENGAKU bertemu dengan AKBP JASA SIAGIAN,SH.MH pertama sekali di Jakarta kemudian ketemu lagi di Purwokerto yang mengenalkannya SYAMSUL MALIKI Pimred BHARINDO.

Kemudian Ramadhonal menjelaskan kedua kalinya beliau bersama Terdakwa disuruh Syamsul Maliki ke Jakarta sekitar akhir Desember 2017 untuk urusan masalah PTDH nya, namun Ramadhonal Tidak menjelaskan bahwa ianya ada ketemu dengan AKBP Jasa Siagian, dan ia menerangkan di Jakarta selama sebulan, lagi lagi keterangan Ramadhonal DIBANTAH oleh terdakwa, karena terdakwa menjelaskan bahwa mereka di Jakarta hanya 2 Minggu.

Dan pada awal Januari 2018, Ramadhonal ada ketemu lagi dengan AKBP Jasa Siagian disaksikan Syamsul Maliki di Jakarta. Ramadhonal juga mengaku ada di ajak ke Medan oleh terdakwa tgl.7 Januari 2018.

Lagi lagi Ramadhonal Ngawur karena beliau mengatakan terdakwa Anggota TNI dan juga anggota Laskar Merah Putih dan pernah diajak terdakwa ke kantornya di Jakarta.

Keterangan Ramadhonal dibantah dengan tegas oleh terdakwa karena terdakwa tidak pernah mengaku sebagai anggota TNI dan anggota Laskar Merah Putih. 

Selanjutnya Majelis hakim meminta penjelasan terdakwa dan ketika JPU H.Munthe, SH menyuruh terdakwa menjelaskan kronologis Maka terdakwa dengan Gamblang menjelaskan bahwa ia sebelum ditahan, bahwa terdakwa pada tanggal 27 Januari 2018 ketika di rumah Syamsuri orang tua kandung Ramadhonal, Terdakwa menjelaskan ianya mendapatkan perlakuan dengan tindakan kekerasan dengan cara DIPUKUL /DITUMBUK  dengan sangat keras oleh Ramadhonal sambil Ramadhonal merampas Hand Phone terdakwa disaksilan kedua orang tua Ramadhonal dan abang dan adiknya Ramadhonal sambil menutup pintu rumah.

Atas pemukulan yang dilakukan oleh Ramadhonal terhadap terdakwa, maka Ketua Majelis hakim mempersilahkan kepada terdakwa membuat laporan tersendiri, ketua majelis hakim  menekankan bahwa Ramadhonal bisa jadi terdakwa. (Red).

Posting Komentar

 
Top