0
"Tausyiah UAS memberikan Pencerahan kepada segenap hadirin di Mabesad"

Jakarta | Potret RI - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jendral TNI Mulyono menegaskan, Ustadz Abdul Somad terbukti sangat cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal itu dibuktikan dengan tausyiah ustadz alumnus Universitas Al-Azhar Kairo tersebut yang mengajak prajurit TNI AD untuk mencintai negeri ini, dengar sendiri yang disampaikan, menghibur kita, mengajak menjaga NKRI kan bagus," ujar Mulyono usai buka bersama di Mabesad, Jakarta Pusat, Rabu (6/6) malam WIB.

Hadir dalam acara itu, Wakil KSAD Letjen Tatang Sulaiman, Pangkostrad Letjen Agus Kriswanto, Pangdam Jaya Mayjen Joni Supriyanto, beserta puluhan jenderal TNI AD. Ketika ditanya tentang nama Ustadz Abdul Somad yang tidak masuk daftar 200 mubaligh versi Kementerian Agama (Kemenag), ia tak menghiraukannya.

Menurut dia, sudah tepat Mabesad mengundang ulama asal Asahan, berusia 41 tahun itu. "Ya ndak papa , tidak ada masalah," ujar mantan Pangkostrad tersebut. 

Dalam sambutannya, Mulyono mengaku beruntung bisa membawa Ustadz Abdul Somad ke Mabesad. Di tengah jadwal yang super padat dan tidak ada rencana mengisi tausiah di depan prajurit TNI AD, ia mengupayakan kehadirannya pada bulan Ramadhan ini.

"Alhamdulillah, dengan strategi dan taktik, tekan dan ulur akhirnya beliau bisa 'diculik' untuk berceramah di sini," ujar KSAD Jenderal TNI Mulyono.

Mulyono mengungkapkan, Ustadz Abdul Somad sebenarnya memiliki jadwal memimpin shalat Tarawih di masjid Institut Pertanian Bogor (IPB). Namun, berkat lobi yang dilakukannya, sang ustaz masih bisa menyempat-kan diri menerima undangannya.

Sebagai balasannya, Mulyono menyiapkan penga-walan kendaraan dari Jakarta agar tidak telat sampai Bogor. "Kita mengerahkan enam voorijder untuk menga-wal beliau untuk sampai tiba di tempat tujuan tepat waktu ," tuturnya. 

Ustadz Abdul Somad memberikan ceramah di hadapan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono dan ribuan Prajurit TNI, di Mabes TNI AD di Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (6/6/2018).

Mulyono yang nampak senang menerima siraman rohani dari Ustadz Abdul Somad yang juga akrab dipanggil UAS itu. Ustadz Abdul Somad mengaku merasa bangga bisa berceramah di depan ribuan prajurit dan jenderal TNI AD. Dia menyatakan, sudah puluhan tahun berceramah, baru kali ini 'diculik' dan senang.

Di awal ceramahnya, jebolan Universitas Al-Azhar Kairo ini mengangkat sejarah kemerdekaan RI, nasiona-lisme, dan cinta Tanah Air. 

Menurut Ustadz asal Riau ini, apa yang dilakukan KSAD memberikan keseju-kan yang luar biasa. Bahkan, kata Ustadz Somad, undan-gan berceramah di Mabes AD juga menghilangkan anggapan-anggapan yang tidak baik terhadap dirinya.

"Maka saya adalah orang yang diculik yang jatuh cinta dengan yang menculik. Sungguh Bapak KSAD memberikan keseju-kan yang luar biasa. Saya diculik dari Markas Islam Centre Adzikra sampai kemari dengan pengawalan luar biasa."

Ustadz Abdul Somad pun bercerita, ia biasanya yang mendatangi para peja-bat, tapi kali ini pejabat TNI AD yang mendatanginya ke kamarnya. "Disambut, diajak berfoto. Kalau foto itu di- share akan menaikkan rating dan menghilangkan tuduhan-tuduhan radikal dan anti-NKRI," katanya.

Salah satu isi ceramahnya, Ustadz Abdul Somad mengatakan, orang Islam yang berteriak Allahu Akbar tidak menghilangkan jiwa nasionalismenya. "Orang yang cinta kepada NKRI tidak meng-hilangkan Allahu Akbar-nya. Dari mana dibenturkan antara nasionalisme dan Islam? Dari mana dibentur-kan antara cinta kepada NKRI dengan Allahu Akbar. Itu karena orang yang tidak paham," katanya.

Senyum dan bangga tersirat pada wajah para prajurit dan para hadirin yang mendengarkan Tausy-iah dari Ustadz Abdul Somad .Selain itu, dia mengungkap jimat Panglima Besar TNI Jenderal Sudirman sehingga ditakuti oleh musuhnya.

Jimat pertama, kata dia, Jenderal Sudirman tak pernah putus wudunya. Kedua, Jenderal Sudirman tak pernah meninggalkan sholat wajib berjamaah. 

Dia juga menyinggung kemuliaan menyantuni anak-anak yatim terlebih lagi di bulan Ramadan. Dalam acara itu, Ustadz Abdul Somad sempat berpantun. "Dari Mekkah terus ke Muzdalifah, pergi haji adik beradik. Sudah lama saya berceramah, baru kali ini saya 'diculik'. Maka Saya adalah orang yang 'diculik' yang jatuh cinta dengan yang 'menculik'," ujarnya disambut tawa para jamaah peserta buka puasa bersama tersebut.

Pemikiran dan ceramah dari UAS memberikan gambaran kepada kita betapa sejuknya dan indahnya persaudaraan dan eratnya silatarahmi.(Red.Su/Tim)

Post a comment

 
Top