0
"Kebakaran yang menimbulkan kerugian, penyebab belum diketahui, mmengakibatkan pelayanan pun menjadi dipersulit"
Delitua | Potret RI - Kerugian pasti ada dari akibat kebakaran, namun tidak ada yang menginginkan terjadinya musibah kebakaran walaupun memiliki proteksi, karena berakibat kerugian lebih besar, produksi tidak bisa, dan karyawan banyak yang tidak dapat bekerja, malah dapat kesulitan kembali.

Hal ini menimpa pabrikan yang menggunakan bahan bahan yang sangat mudah terbakar, Api yang membakar pabrik sandal PT. Deli Eva Sandal di Delitua pada (14/6/2018) sekitar pukul 8.00. Dan dilakukan garis polisi dari Polsek Delitua.

Meski tak ada korban jiwa tapi api menghanguskan seluruh bangunan di dalam areal pabrik. Seperti gudang produksi, gudang penyimpanan barang, bangunan.

"Pihak kepolisian dari Polsek Delitua bersama dengan Puslabfor Poldasu turun kelokasi untuk mengindentifikasi penyebab kebakaran“, ungkap Taufik, Humas PT. Deli Eva Sandal.

Sebelumnya Advokat Lumbantoruan dan rekan sebagai kuasa hukum PT.Deli Eva Sandal sudah melaporkan kebakaran yang terjadi di wilayah hukum Delitua, saat dikonfirmasi dikantornya Jalan. Prof.M.Yamin SH (11 /7).

" Kami sudah melaporkan dan telah dilakukan pemeriksaan tehadap kejadian kebakaran tersebut, dan telah bertemu dengan Kanit Reskrim Iptu Prasetyo, informasi yang kami terima dari pihak Polsek sedang dalam proses diPuslabfor, dan masih dalam tahap penyelidikan", ungkap Nelson Lumbantoruan, SH.

Proses untuk mendapatkan hasil dari forensik akibat kebakaranpun belum mendapatkan hasil dari Polsek Delitua, dan keterangan apapun dari Polsek Delitua.

Saat tim media mengkonfirmasi melalui Kanit Ipda Prasetyo membenarkan kejadian kebakaran diarea milik PT. Deli Eva Sandal, " sebelumnya sudah ada yang kemari dan sudah kami proses, selanjutnya menunggu hasil dari Puslabfor Poldasu, Untuk hal ini kami hanya bisa membuat SP2HP", terang Kanit, Rabu, (4/7/2018).

Selanjutnya Humas PT.DES telah menelusuri ke Puslabfor Poldasu guna mendapatkan keterangan hasil dari kebakaran," informasi yang kami dapatkan dari Puslabfor guna mengetahui hasil dari kebakaran tersebut, penyidik maupun Pihak Polsek Delitua belum ada yang datang ke Puslabfor Poldasu dan diminta datang ke Puslabfor untuk mengambil hasil dari penelitian dan penyelidikan forensik Poldasu", ungkap Taufik.

Sementara itu Humas PT.DES berusaha untuk menemui Kapolsek Delitua BL. Malau, dan menyampaikan kepada Humas PT.DES, dan sangat terkejut dengan pernyataan Kapolsek menyimpulkan sendiri bahwa kebakaran tersebut karena dibakar, " itu dibakar, dengan pernyataan tersebut saya sangat terkejut dan kecewa dengan pernyataan Kapolsek, sedangkan kami belum mendapatkan informasi hasil dari puslabfor, berarti hasilnya sudah ada kenapa tidak ditunjukkan sama kami dari Polsek Delitua ini," ungkap Taufik dengan kekecewaan untuk mendapatkan layanan Polsek Delitua termasuk orang nomer satu di Polsek Delitua tersebut Kompol.BL.Malau.

Advokat PT.DES yang juga anggota Peradi juga turut angkat bicara,"kita tidak sependapat dari pernyataab Kapolsek tersebut, siapa yang membakar ada yang tau, masa itu tim Labfor Poldasu sudah turun memeriksa untuk mengidentifikasi aspek kebakaran tersebut, sedangkan labfor sendiri belum ada mengeluarkan hasilnya dan satu hal lagi pihak Polsek belum ada mengirimkan data data ke Labfor itu sendiri", ungkap Nelson di kantornya.

" kita sangat kooperatif untuk hal ini, kita sudah bertemu dengan pihak Kepolisian Sektor Delitua itu, guna mendapatkan pelayanan guna kepengurusan keterangan yang bisa kami  terima dari kepolisian sebab dan akibat kebakaran itu, kita selaku masyarakat sangat perlu pelayanan baik itu mendapatkan informasi dari Polsek Delitua khususnya". terang Nelson kembali.

Disisi lain kekecewaan atas sikap yang ditunjukan menimbulkan tanda tanya besar apa perlu sikap seperti itu untuk dapat menyimpulkan sendiri sendiri tanpa ada data yang konkrit, "Kapolsek Delitua BL Malau Dengan menyimpulkan sendiri Kebakaran yang terjadi pada PT.DES tanpa ada hasil yang jelas dari labfor langsung menyimpulkan sendiri dengan menyatakan kebakaran diakibatkan dibakar dalam artian ini ada unsur kesengajaan dan ini berarti sudah ada hasilnya, malah kami tidak ada mendapatkan data apapun itu hasil lanfor dan keterangan dari Polsek Delitua itu sendiri terutama dari Kapolsek", terang Taufik

Kepolisian adalah ujung tombak kenyamanan dan penerapan hukum tidaklah jabatan dan pangkat dipundak yang dilihat namun kedekatan dan pelayanannya yang menjadikan sentra pelayanan dan mempersulit masyarakat guna mendapatkan informasi yang benar malah menjadi tidak baik dimata masyarakat.

" kami sudah mengikuti prosedur, kemudian saya pergi ke polsek Delitua untuk mengurus surat keterangan kebakaran, agar berkas-berkas saya yang terbakar dapat segera diurus. Saya sudah mengikuti prosedur berupa laporan RT, RW, dan kelurahan. Di polsek kami menghadap Kapolsek, malah mempersulit", ungkapnya taufik kembali.(Red.Su/Tim)

Post a comment

 
Top