0
"Prabowo siap untuk menumpahkan segala miliknya untuk Negeri Tercinta baik itu dengan Jiwa dan raganya"

Jakarta | Potret RI - Prabowo Subianto menghadiri acara bedah buku dan diskusi tersebut. Hadir pula purnawirawan TNI Polri, Profesor, Doktor dan kaum Profesional lintas profesi yang diselenggarakan oleh Panitia Bersama Persaudaraan Indonesia, jakarta, 22 September 2018.

Capres Prabowo Subianto membedah sebuah buku yang ia tulis berjudul ‘Paradoks Indonesia’. Prabowo menyampaikan hal tersebut dihadapan 300 jenderal TNI dan Polri.

Dalam pidato politiknya, sedari kecil dirinya ditanamkan untuk hidup merdeka. Jangan mau menjadi antek bangsa asing. Bahkan para pemuda di masa lalu rela berkorban jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia.

“Bahwa Indonesia ini berdaulat untuk hidup berdaulat supaya rakyat tidak menjadi antek bangsa asing,” ujar Prabowo dalam acara ‘Ngobrol Bersama 300 Jenderal dan Para Intelektual’, Hotel Sari Pan Pacifik, Jakarta, Sabtu (22/9).

Prabowo melanjutkan, dirinya dibesarkan dengan cerita para pejuang dalam mengusir penjajah. Misalnya cerita dari 10 November pertempuran di Ambarawa, kemudian cerita Panglima Besar Jenderal Sudirman dalam melawan penjajahan hanya dengan ‎satu paru-paru. Jenderal Sudirman berontak keluar dari rumah sakit guna mengusir penjajahan.

“Beliau tahu keluar ‎dari rumah sakit, naik gunung, berarti beliau tanda tangan sertifikat kematian beliau sendiri. Itu yang kita terima,” katanya.

‎Waktu umur 18 tahun Prabowo digembleng dengan pendidikan militer. Dalam pendidikan tersebut ada kontrak untuk bisa mempertahankan bangsa Indonesia dari penjajahan asing. Sehingga dia tidak rela apabila saat ini, Indonesia sebagian kekayaanya dikuasai oleh asing.

‎”Umur remaja kita sudah tekad ya tidak ada masalah, biar saya mati untuk negara ini yang penting rakyat saya sejahtera,” tegasnya.

Rela mati untuk Indonesia dalam mewujudkan kesejahteraan itu selalu ia tanamkan kepada prajuritnya saat masih di militer. Kemudian dia pun juga selalu menanamkan kepada para kadernya untuk bisa melawan penjajahan.

“Itu yang saya tanamkan kepada anak buah saya dan prajurit-prajurit‎,” pungkasnya.***
Dukungan terhadap pasangan capres dan cawapres, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terus mengalir. Kali ini sebanyak 400 purnawirawan jenderal TNI/Polri mendukung paslon nomor urut 02 tersebut di Pilpres 2019 mendatang.

Sementara itu Prabowo sebelumnya tidak mengetahui para jenderal yang turut hadir dalam bedah buku, yang membuat dirinya terkejut,"Sekitar 400 jenderal siap memenangkan Prabowo-Sandi di Pilpres nanti," kata Direktur Eksekutif Institute for Strategic and Indonesia Studies (ISIS) Kisman Latumakulita kepada TeropongSenayan di sela-sela menghadiri diskusi dan bedah buku karya Prabowo Subianto bertajuk 'Paradoks Indonesia' di Ballroom Hotel Sari Pacific, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (22/9/2018).

Acara bedah buku dan diskusi bertajuk “Ngobrol Bareng Bersama 300 Jenderal dan Para Intelektual” itu digelar oleh Panitia Bersama Persaudaraan Indonesia.

Kisman menjelaskan, dukungan ratusan jenderal tersebut berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi bangsa, terutama situasi ekonomi yang mendekati masa kritis.

"Mengkaji ekonomi adalah mengkaji peradaban manusia itu sendiri, karena ekonomi berkaitan dengan kehidupan manusia guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Ini terkait dengan kesejahteraan hidup, kelangsungan hidup dan cara mempertahankan hidup manusia itu sendiri," papar Kisman.

Dengan berterus terang, Prabowo mengaku terkejut. Dia tak menduga mereka mendukungnya secara eksplisit. Namun, mantan danjen Kopassus itu mengatakan bahwa dukungan 400 jenderal purnawirawan menjadi kehormatan bagi dia.

"Bahwa saudara menugaskan saya untuk untuk menjadi pembawa bendera Merah Putih adalah kehormatan yang sangat besar. Saya bertekad untuk memberi segala yang ada pada diri saya. Seluruh tenaga pikiran bersama saudara-saudara kita rebut kembali kedaulatan bangsa Indonesia," kata Prabowo di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Sabtu 22 September 2018.(Red.Su/TIM)

Posting Komentar

 
Top