0
"Dokumen yang menjadi dasar Surat kepemilikan diduga ada pemalsuan dari kelompok yang merampas hak orang lain".

Bengkalis | Potret RI - Kelurahan Telaga Sam-sam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, H. Miswandi Di Duga Memalsukan Surat Tanah dengan Pemalsuan Data, Terancam Di Bui. (17/09/2018)

Bermula saat H. Miswandi Menyampaikan dan mengatakan kepada ahli waris alm. H. HAMZAH Abdul Gani, bahwa tanah yang terletak di Kelurahan Telaga Sam-sam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, adalah Tanah milik H. MISWANDI dengan bukti kepemilikan tanah yang diterbitkan oleh Lurah Telaga Sam-sam dan Camat Kandis, pada tahun 2016 dengan luas tanah +/- 22000 M2.

Sontak hal tersebut membuat marah pihak keluarga ahli waris Alm. H. Hamzah Abdul Gani, karena tanah tersebut adalah tanah warisan yang di wariskan oleh Alm. H. Hamzah Abdul Gani Kepada Ahli Waris, yaitu istri dan anak - anak beliau.

Mendengar dari apa yang disampaikan oleh H. MISWANDI bahwa kepemilikan tanah tersebut adalah milik beliau, maka anak Alm. H. Hamzah Abdul Gani yang bernama Ibu H. Tuti Haidah tidak terima.

Menurut Ahli Waris Alm. H. Hamzah Abdul Gani, tanah tersebut dari awal belum ada jual beli atau pun pindah nama surat kepada pihak lain, hal itu dikuatkan dengan kepemilikan surat tanah asli oleh ahli waris Alm. H. Hamzah Abdul Gani pada tahun 1982 dengan Luas 3.05 Hektar.

Ketika pihak ahli waris Alm. H. Hamzah Abdul Gani menanyakan dan menyatakan ingin melihat surat tanah yang di miliki oleh H. Miswandi, beliau Menolak.

Atas terjadi nya permasalahan tersebut maka pihak Ahli waris duga ada nya pemalsuan data dan kini pihak keluarga mantan kepala desa era 1980-an itu almh.Hamzah Abdulgani Kec. Mandau, Kab.Bengkalis  Prov.Riau akan menempuh jalur hukum. 

Ada pun surat pernyataan yang di keluarkan pada tahun 1984 dan tertuang pada segel materai Rp.25 dan yang menanda tangani pernyataan tersebut adalah kepala desa pada saat itu almh. Hamzah Abdulgani dan isi surat pernyataan dasar tentang jual beli tanah tersebut menerangkan bahwa almh Hamzah Abdulgani telah menjual sebidang tanah kurang lebih 1,5 ha dengan harga Rp.200.000 pada pada tanggal 23-06-1984 kepada Miswandi.

Yang selanjutnya surat pernyataan tersebut, di naikan menjadi surat SKGR pada tahun 2016 melalui Camat Kandis dengab atas nama Camat Kandis Indra Ajmaja.S.Sos.M.Si. dengan Penghulu Kampung, Kepala Kelurahan Desa Sam-sam A.julianto, dari kronologis ditemukan banyak kejanggalan dan bentuk isi dari surat yang dituangkan pada surat segel tahun 1984 tersebut.

Menurut analisa dari pihak keluarga & lain nya sangat banyak terdapat kejanggalan antara lain, "dalam surat pernyataan tersebut pada segel tahun 1984 alm. Hamzah Abdulgani belum menjadi haji, pada tanda tangan almh Hamzah Abdulgani yang masa itu sebagai kepala desa tidak sama seperti yang ada pada surat surat yang pernah beliau tanda tangani." Ungkap Atung salah satu ahli waris Hamzah Abdulgani pada tim media.

Sementara itu objek tanah yang tertuang dalam surat pernyataan tidak pernah dikuasai oleh H.Miswandi, "Tanah yang dimaksud dalam surat yang ditunjukkan sama sekali tidak pernah di kuasai dan di kelola oleh H.Miswandi".

Selain itu juga sesepuh di desa tersebut tidak pernah mengetahui H. Miswandi itu ada memiliki lahan tanah pada yg tertera pada surat yang diakui H.Miswandi dan masih banyak data pendukung lain nya". Terang Pihak Keluarga Alm.H.Hamzah Abdul Gani    saat di konfirmasi oleh awak media .

Pihak keluarga dari almh,H.Hamzah Abdulgani menyatakan dengan tegas "bahwa saat ini mereka  menempuh jalur hukum, demi tegak nya keadilan dan kebenaran, agar ada efek jera serta tidak ada timbul kembali bibit mafia2tanah lain nya. pihak keluarga akan tempuh jalur hukum sampai tingkat  mana pun. (Red.Su/Marco)

Post a comment

 
Top