0

POTRETRI007.COM - Ada yang janggal dalam kasus yang menimpa terdakwa Norma yunita dalam sidang di PN Labuhan Deli yang berlanjut hingga siang ini Rabu (26/09/2018) Walau Perkaranya sudah SP3 namun Terdakwa tetap mendekam di Rutan Tanjung Gusta sekitar 3 Bulan dan hari ini di sidangkan di Kantor Pengadilan Negeri Lubuk Pakam di Labuhan Deli sehingga menjadi sorotan dan buah bibir publik.Sidang yang mulai kemarin digelar PN Labuhan Deli bertempat di jalan Asam Kelurahan Martubung Kecamatan Medan Labuhan sekitar pukul 15.45 Wib, Sidang dalam perkara kasus Pasal 362 KUHP dengan terdakwa Norma yunita dalam sidang yang di Ketuai Hakim Dini SH.dan Jaksa Penuntut Eva Sitepu SH,terlihat terdakwa di dampingi Penasehat Hukum Hengki Kobra dari Kantor Pardosi Fatner jalan A Yani 41 Sumatera Barat.Sidang di buka Hakim Ketua dan dilanjutkan untuk mendengarkan saksi Nisa dan saksi Firman yang tidak lain rekan kuliahnya sendiri dan suami rekan kuliahnya juga yang waktu itu mengadakan pesta pernikahan, Sebelum beberapa alasan sudah ditolak oleh terdakwa untuk hadir dipesta mereka akan tetapi pelapor dan saksi tetap saja memaksa terdakwa untuk menghadir pesta mereka.Selanjutnya terdakwa disuruh menginap dirumah mereka, Malang tak dapat ditolak mujur tak dapat di raih itu lah yang akhirnya di hadapi terdakwa.Pasalnya setelah usai pesta terdakwa malah dituduh oleh temannya itu mengambil uang amplop hasil dari pesta mereka.ini lah ironis yang terjadi kepada terdakwa di dalam persidangan." Bak disambar petir di siang bolong".Atas tuduhan itu terdakwa di 'interogasi' oleh Nisa dan suaminya Firman hingga terdakwa pun sempat di telanjangi di depan sang suami temannya itu.Alasan mereka menuduh terdakwa dikarenakan kunci kamar pengantin dititip oleh pelapor dan saksi kepada terdakwa dengan alasan itu mereka menuduh terdakwa telah mengambilsemua uang sumbangan /amplop yang didapat dari peserta hasil tersebut, padahal suami istri itu (pengantin baru _red) bolak balik mengambil dan menyerahkan kembali kunci kamar dimaksud.Sementara Penasehat Hukum Terdakwa menyampaikan beberapa pertanyaan kepada saksi,  baik dengan suami dan istri bahwa saksi dalam keterangan yang disampaikannya dimana uang amplop hasil pesta meraka yang hilang dalam penjelasanya didepan hakim bahwa uang yang dikumpulkan sebanyak dua karung hilang kalau di hitung-hitung jumlahnya mencapai dua puluh lima juta rupiah.Ditempat yang sama Penasehat Hukum Terdakwa Hengki Kobra kepada sejumlah wartawan mengatakan perkara yang mau di lanjutkan harus jelas dakwaannya tidak mereka-reka, dalam hal ini klien saya telah dirugikan dengan tuduhan mengambil uang hasil pesta pelapor, sementara barang bukti maupun saksi yang melihat klien kami mengambil uang dengan jumlah tak jelas mereka-reka, saya pikir kasus ini sepertinya di paksakan.Sebagai Penasehat Hukum saya harapkan majelis Hakim dapat memutuskan perkara ini dengan seadil-adilnya sehingga tidak ada lagi orang di bumi ini yang mengalami nasib seperti klien kami, jelas Hengki.Amatan awak media ini Majelis Hakim Menunda sidang dan akan dilanjutkan esok hari pada Rabu 26 september 2018 sekitar jam 15.00 wib di tempat yang sama.(Hs/Lbd).

Posting Komentar

 
Top