0
POTRETRI007.COM - Zulfahri Siagian, SE (Pemilik Kapal) yang juga Ketua HNSI Sumut saat ikut didalam pertemuan pemilik kapal ikan dan nelayan di Jakarta menyambut baik  adanya harap Presiden Jokowi agar urusan perizinan kapal ikan selesai dalam hitungan jam dan jangan terlalu lama sampai berbulan-bulan sebagaimana dikeluhkan sejumlah pemilik kapal penangkapan ikan.

Zulfahri mengatakan bahwa, benar apa yg disampaikan oleh presiden.
Masalah perizinan adalah masalah klasik yang belum terselesaikan sampai saat ini.
Bukan hanya di Pusat ( utk izin kapal diatas 30 gt), utk daerah pun masih banyak masalah.
Terlalu banyak  diterbitkannya peraturan yg berkaitan dengan pengurusan izin membuat persoalan menjadi spt benang kusut.

Petugas perizinan dengan gampangnya tidak menerima berkas permohonan apabila ada kekurangan didalamnya atau ada kesalahan dokumen.
Misalnya salah satu dokumen yang salah ketik oleh instansi yang menerbitkan.
Ini menjadi mutlak dan bahwa permohonan tdk bisa dilanjutkan.
Padahal pemohon tidak tau  dan terlibat atas kesalahan tersebut.

Sebagaimana diketahui,
Menteri Sekretaris Negarag mengundang pelaku usaha perikanan tangkap se Indonesia utk bersilaturahmi dgn presiden Joko Widodo di Istana Negara.
Pertemuan tersebut Rabu (30/01/2019) dimulai pukul 15.00
Dalam silaturahmi tersebut  presiden jokowi didampingi Menteri kp Susi Pujiastuti. Dirjen tangkap, Direktur Perizinan dan staf kkp, mentri perhubungan dan staf, sedangkan pelaku usaha adalah pemilik kapal ikan diatas 30 gt sebanyak 300 org dan  pemilik kapal dibawah 10 gt sebanyak 5 org.
Dalam pertemuan tersebut presiden seperti biasa menanyakan salah seorang pemilik kapal bahwa berapa lama mengurus izin, dijawab 1 bulan.
Jawaban tersebut mendapat teriakan dari undangan lainnya dan ada yg menjawab 6 bulan, bahkan tahun.
Mendengar ini presiden Jokowi menyampaikan bahwa perizinan harus dipercepat, kalau perlu waktunya hanya hitungan jam.
Usaha perikanan harus bergairah, mengingat upaya menteri susi selama ini sdh berhasil mengusir kapal ikan asing sebanyak 7.000 dan menenggelamkan 488 unit kapal ikan asing, sehingga presiden mengatakan bahwa seharus nya hasil tangkap menjadi melimpah, ini hanya naik sedikit saja.
Ini artinya ada yg salah disini, dan dia memerintahkan menteri susi utk membenahinya.(leo/mdn).

Post a comment

 
Top