0
POTRETRI007.COM- Hasil investigasi TIM GABUNGAN Forum Peduli Ummat Lembaga Bantuan Allah (FPU-LBA), Lembaga Bantuan Hukum Kesatuan Aksi Pengemban Amanat Penderitaan Rakyat (LBH KAP-AMPERA), Pasukan Khusus Garuda Indonesia Raya (PASSUS GINRA), Reclasseering Indonesia (RI 007)  dan TVonline,Tabloid Potret Indonesia, Bhayangkara Indonesia (BHARINDO),Peristiwa Indonesia (PERSIA),Majalah Potret Indonesia,Formasi Pasti dan Lembaga Pengkajian Pembangunan & Korupsi Nasional (LP2KN)
yang bergabung didalam Sekretariat Bersama Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia Untuk Negara & Masyarakat (SEKBER NKRI) secara khusus ke Dumai untuk melakukan Investigasi dugaan adanya Praktik Oknum MAFIA HUKUM Nota Bene Oknum JAPOLHAK (Jaksa Polisi dan Hakim). Dari hasil investigasi sementara ada beberapa kejanggalan ditemui saat Proses Perkara baik Perkara Kriminal maupun Narkoba yang terjadi pada Instansi POLRI,KEJARI dan PENGADILAN di Dumai ini. Hal ini sebagaimana Pengakuan Salah seorang Napi berinisial IWN MDN yang dipenjara dijatuhi hukuman 9 Thn 6 Bln penjara hanya gara-gara memakai
Narkoba jenis SS paket kecil paket senilai Rp.300.000 demikian juga yang dialami AR dijatuhi hukuman penjara 6 Thn 3 Bln karena memakai Narkoba jenis SS paket kecil paket Rp.150.000. Mereka berdua yang menghuni Wisma Cempaka saat diwawancarai menceritakan dengan gamblang tentang adanya dugaan keras PERMAINAN UANG Saat Pemeriksaan di POLRES Dumai dan Penyidikan di KEJARI Dumai serta adanya dugaan adanya PRAKTIK MAFIA HUKUM saat persidangan di Pengadilan Negeri Dumai. "KAMI BENAR BENAR MERASA TERZOLIMI ATAS TUNTUTAN JPU DAN PUTUSAN HAKIM PN DUMAI, KARENA KAMI HANYA PEMAKAI DIKENAI PASAL 114 UU NARKOBA

Sedangkan yang jelas-jelas Pengedar dan diduga keras Bandar Narkoba awalnya dikenai Pasal 114 Saat tuntutan diubah menjadi Pasal 127 dan hukumannyapun ringan. Kami bisa contohkan Mr.SHDN Pemakai berat dan Diduga Pengedar Narkoba jenis SS bekas penghuni Blok A hanya dijatuhi hukuman 10 Bulan penjara dan telah BEBAS pada saat 17 Agustus 2018, Mr.SHDN bersama SPK nya Mr.EL ditangkap dan ditahan di Polres Dumai pada akhir Januari 2018. Kami tahu betul bagaimana prilaku Mr.SHDN yang pemakai berat sebab saat di Sel Polres Dumai beliau begitu leluasa memakai Narkoba jenis SS, para oknum Polri Penjaga Sel sudah

diaturnya alias dibungkam dengan lembaran merah bahkan oknum Polri berinisial ANDR berpangkat Brigadir yang sangat kejam selaku anggota Jaga Sel Polres Dumai juga dapat dibungkamnya semua diatur dengan DUIT, Kami tahu betul Mr.SHDN bila tidak kena/Makai SS beliau sakit, dan beliau memakai SS diruang perangkat dan juga sekali2 gabung makai SS diruang sel para tahanan, kami juga melihat langsung adanya Oknum Perwira Polres Dumai berinisial RMB yang membeking Mr.EL SPK Mr.SHDN, kami melihat begitu mudahnya Oknum Polres Dumai diatur dengan Duit walau tidak dimata kepala kami,tapi dengan nyata kami lihat ada

yang tidak beres saat Mr.SHDN dan Mr.EL ditahan di Polres Dumai, mereka diperlakukan istimewa oleh Oknum Polres Dumai, dan pernah kami berbincang bincang dengan Mr.SHDN bahwa untuk merubah Pasal 114 menjadi 127 Mereka telah mengeluarkan DUIT cukup besar hampir 100 ikat karena semua harus diatur, yang mengatur oknum Penyidik Polres Dumai, kami berbincang-bincang saat Mr.SHDN selesai memakai SS, Mr.SHDN dengan bangga menceritakannya bahwa semua DIATUR DENGAN DUIT. Selain itu saat Di Rutanpun Mr.SHDN diperlakukan istimewa, Mr.SHDN Menghuni Blok A Kamar 4, dan Mr.SHDN dengan leluasa memakai HP ANDROID di
Rutan Dumai. Kami sangat terkejut lagi karena Mr.SHDN DIBEBASKAN TEPAT 17 AGUSTUS 2018, kami menduga benarlah kata-kata Mr.SHDN Semua bisa beres yang penting ada DUIT sementara kami hanya kuli bangunan, dan jauh-jauh merantau dari Medan, sampai di Dumai ditangkap pulak, padahal saya di Persidangan sudah menjelaskan bahwa BR SS itu bukan punyaku, saya menjelaskan dengan sebenarnya malah saya dituduh oleh Oknum Majelis Hakim dan JPU H.F.Mnt,SH yang menuntut saya 10 Thn Penjara telah memvonis saya berbelit-belit, bahkan JPU HF.Mnt sengaja menemui saya di sel dengan mengancam hukuman saya tinggi." Keluh IWN

"INILAH KEISTIMEWAAN MEREKA YANG PUNYA UANG WALAUPUN MEREKA TELAH NYATA PENGEDAR DAN BD SS DENGAN MUDAHNYA MERUBAH UNDANG UNDANG NARKOBA PASAL 114 MENJADI PASAL 127, ISTILAH   KUHAP DENGAN GAMBLANG DIPLESETKAN "KASIH UANG HABIS PERKARA" DAN UUD (UJUNG-UJUNGNYA DUIT), DAN PARA OKNUM JAPOLHAK (JAKSA,POLISI,HAKIM) DI DUMAI INI DIDUGA TELAH MEMANFAATKAN KASUS/ PERKARA MENJADI KONSUMSI EMPUK DAN TELAH MENGAMBIL KEUNTUNGAN DARI PERKARA YANG ADA DAN TELAH MEMANJAKAN BAGI YANG PUNYA DUIT BANYAK HUKUMAN DIPERINGANKAN SERINGAN-RINGANNYA,  SEDANGKAN BAGI YANG TIDAK PUNYA DUIT "SIAP-SIAPLAH MENERIMA HUKUMAN BERAT."

Tutur IWN didampingi AR saat diwawancarai TIM GABUNGAN AKHIR TAHUN 2018. Saat ditanyakan apakah mereka kenal dengan salah seorang TAHANAN  Oknum Wartawan BHARINDO, IWN mengatakan dan  menceritakan kepada TIM bahwa mereka kenal dan sangat akrab dengan TAHANAN OKNUM WARTAWAN BHAYANGKARA INDONESIA DARI DIVKUM MABES POLRI INISIAL S.A.S (53 THN) " Kami memanggil Oknum Wartawan BHARINDO itu PAKDE dan PAKDE S.A.S itu IMAM Kami saat di SEL TAHANAN POLRES DUMAI, Pakde itu orangnya PENDIAM Tidak banyak bicara, dan mudah senyum, kami pernah bertanya "kenapa Pakde tidak ada rasa gelisah"PAKDE menjawab KITA BERZIKIR

dan JANGAN LUPA SHOLAT WAJIB 5 (LIMA) WAKTU, DAN LAKSANAKAN SHOLAT SUNAH TAUBAT, TAHAJUD, DUHA,TASBIH DAN HAJAT DAN SHOLAT SUNAT LAINNYA, PERBANYAK BACA AL QUR'AN, SURAT YASIN, TAHTIM,TAHLIL DAN AYAT KURSI SERTA JANGAN LUPA ISTIGHFAR DAN BERDO'A MOHON PENGAMPUNAN KEPADA ALLAH SWT.. SEMOGA ALLAH SWT SELALU MELINDUNGI KITA, AMBIL AJA HIKMAHNYA, PENJARA INI JADIKANLAH PINTU TAUBAT KITA MENUJU SURGA, Kami sangat terkesan dengan ungkapan PAKDE S.A.S kepada kami" tutur IWN sambil berharap kepada TIM dapat membantu memperjuangkan NASIB PARA TAHANAN DAN NAPI YANG DIZOLIMI OKNUM JAPOLHAK.  (Red).

Posting Komentar

 
Top