0
POTRETRI007.COM - Ratusan warga di Blok 8 komplek Griya Martubung Lik.20 Kelurahan Besar Martubung Kecamatan Medan Labuhan mengelar aksi demo memprotes keberadaan bangunan rumah berubah fungsi menjadi gereja serta sudah dua bulan lebih menjalankan aktivitas ibadah.Minggu siang (13/01/2019) sekira pukul 10.30 WIB.

Aksi protes warga ini mendapat pengamanan dari petugas kepolisian guna menghindari adanya tindakan anarkis.

Menurut salah seorang tokoh masyarakat Dodi, menyebutkan aksi protes warga dipicu karena dikangkanginya surat kesepakatan bersama berdasarkan hasil rapat dikantor Camat Medan Labuhan pada 06 Desember 2018 bersama FORKOMPIMCAM (Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan)
dan Forum Kerukunan  Umat Beragama (FKUB) dan kementerian agama kota Medan.

Dalam surat itu ditegaskan Kegiatan ibadah pada lokasi tersebut terhitung mulai 1 januari 2019 sesuai kesepakatan yang telah diperoleh sampai adanya izin mendirikan rumah ibadah sesuai Peraturan bersama Menteri agama dan menteri dalam negeri nomor 9 dan 8 tahun 2006 tentang pedoman pelaksanaan tugas kepala daerah/wakil kepala daerah dalam pemeliharaan kerukunan umat beragama, pemberdayaan  Forum Kerukunan Umat Beragama dan Pendirian rumah ibadah.

Aksi protes warga didominasi kalangan omak-omak ini mereda setelah ditandatanganinya kembali Surat peryataan dari Pendeta Jan Fransman Saragih, S.Th yang dibubuhi tanda tangan dan materai diketahui oleh Camat Medan Labuhan Arrahman Pane S.STP.MAP, Kapolsek Medan Labuhan Kompol Rosyid Hartanto SH.S.IK.MH, Koramil 10/ML Kapten Inf.P.Purba, Kepala KUA Medan Labuhan M.Lukman Hakim Hsb.SAg.MA

Serta disaksikan dari pengurus yang mendirikan rumah ibadah, perwakilan warga blok VIII Lk.XX, Kepling 20 dan Lurah Besar T.Roby Chairi SIP.MSi.

Aksi protes warga bubar setelah hadir Kapolsek Medan Labuhan Kompol Rosyid Hartanto SH.MH SIK yang langsung memberikan pesan Kamtibmas agar warga jangan terpancing emosional sehingga tak melakukan tindakan anarkis.

Aksi protes warga akhirnya selesai dengan keputusan pihak Pendeta berjanji akan mentaati kesepakatan yang telah disepakati tersebut.

"Kami tetap memegang surat peryataan yang telah ditandatangani pendetanya, bila Minggu depan tetap tak mengindahkan surat peryataan maka jangan salahkan kami 85% warga disini kembali mengadakan aksi protes,"Ungkap Dodi yang turut didampingi massa dari Kesatuan Aksi Umat Islam (KAUMI) saat ditanyai usai aksi tersebut.(lwo/HS).

Posting Komentar

 
Top