0
"Penambangan Pasir Sungai Ular yang tidak takut akan Hukum, seakan Hukum itu tidak berlaku"

Serdang Bedagai | Potret RI - Pasir merupakan bahan baku atau bahan utama untuk membuat suatu bangunan dan memiliki harga ekonomis yang sangat tinggi sehingga menimbulkan kecenderungan masyarakat atau para pelaku usaha yang melakukan penambangan pasir, tanpa disertai izin usaha pertambangan.

Tindak pidana pertambangan diatur dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 yang tertuang didalam pasal 158.

Walaupun sudah ada ketentuannya dan Hukum yang berlaku masih dilakukan pengusaha pertambangan pasir di wilayah Deli Serdang untuk melakukan penambangan Pasir, diindikasi Pemerintah Daerah Kabupaten Serdang Bedagai melalui dinas ESDM menutup mata akan perusakan dengan penambangan pasir yang bebas di kawasan yang dilakukan para pengusaha penambang pasir liar tersebut.

Dari Pantauan Tim Media dilokasi Sungai Ular, Perbaungan Kabupaten Sergai, 27/3, pelaku melakukan dengan leluasa malah tim dilakukan penyerangan saat ingin mengkonfirmasi langsung dengan pihak penambang.

Sementara itu para pelaku yang berinisal L, M, G, S, P dan beberapa orang lainnya melakukab prnambangan pasir dengan menggunajan 30 mesin sedot pasir, dab pembeli juga tampak dengan kenderaan pengangkut pasir menunggu ataupun antri mengambil pasir dipinggiran Sungai Ular.

Perusakan sungai ular akan berakibat akan pengairan dan ekosistim sungai ular menjadi rusak malahan untuk penahan dinding dari sungai akan terjadi erosi.

Berdekatan itu jembatan pun akan berpengaruh akan keberfungsian jembatan sungai ular menuju Perbaungan.

Sementara warga sekitar saat dikonfirmasi,"kami tidak mengetahui perusahaan mana yang menambang itu, kami pun tidak bisa nendekati mereka, takut bang, kami diapa apain mereka, sudsh susah kehidupan kami bisa bisa keluarga kami terancam," ungkap warga yang tidak ingin disebutkan namanya, dan tinggal di dekat sungai ular.

Semakin terasa Hukum memang tidak berpihak dan keenggansn para penegak hukum atau diduga adanya pembackupan dalam penambangan pasir tersebut. (Red.Su/L.M)










Post a comment

 
Top