0
POTRETRI007.COM - Sebanyak 20.ribu barang jenis kosmetik dan jamu yang merupakan Barang Milik Negara (BMN) eks barang kiriman pos disita dan dimusnahkan Kantor pengawasan dan pelayanan bea dan cukai tipe madya pabean B medan (KPPBC TMP B Medan) di halaman dermaga kantor wilayah BC Sumut di Jalan Karo Belawan Selasa (30 /04/2019) sekira pukul 15.00 wib.

Menurut Eka Mustika Galih.S selaku Kasi P2 BC Sumut didampingi Edy Saputra Kepala Penindakan penyidikan Kantor Pelayanan BC Medan memaparkan bahwa
Barang Milik Negara ini merupakan barang yang di larang atau di batasi oleh kementrian/Lembaga terkait atau barang yang tidak diselesaikan oleh pemilik dalam jangka waktu tertentu.

Pemasukan barang dibatasi ke wilayah Indonesia wajib disertai dengan dokumen yang di persyaratkan oleh kementrian/Instansi terkait.

Atas pemasukan barang yang dibatasi, Bea Cukai Medan telah menerbitkan Nota Perminta Data (NPD) kepada pemilik barang agar melengkapi dokumen yang di persyaratkan. Barang yang tidak diselesaikan dalam jangka waktu 60 hari sejak ditimbun akan menjadi barang yang 60 hari akan ditetapkan sebagai BMN.

Ketentuan ini tertulis dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor  62/PMK.04/2011  tentang Penyelesain terhadap Barang yang di tanyakan Tidak  Dikuasai, barang yang Dikuasai negara, dan Barang yang Menjadi Milik Negara.

1. Barang Yang Dimusnakan
Berdasarkan surat Persetujuan Permusnahan Mentri Keuangan Republik Indonesia Nomor S- 147/MK.6.WKN.02/KNL.01/2018 tanggal 3 Desember 2018, barang yang dimusnakan adalah sebagai berikut:
Kosmetik sebanyak 5671
Obat sebanyak 11895
Pakaian,makanan,alat kesehatan, Aksesoris sebanyak 2914
Total barang sebanyak 20484

2. Nilai Barang dan Kerugian Negara
Jumlah nilai barang yang dimusnakan sebesar Rp.75.038.013,00 ( tujuh puluh lima juta tiga puluh delapan ribu seratus tiga puluh rupiah)
Kerugian yang ditimbulkan merupakan kerugian immateril dari barang berupa obat dan kosmetim yang berbahaya bagi madyarakat dikarenakan belum terpuji dan terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).(Rikcky/Hs).

Posting Komentar

 
Top