0


Perbaungan | Potret RI - Hukum dirasa masih tidak ada keberpihakan yang dialami korban penganiayaan, dan dirasakan kembali oleh Warga Negara Indonesia yang berdaulat akan mendapatkan keadilan sesuai dengan UUD maupun hukum yang berlaku.


Hilangnya perangkat pompa air milik PT.Wong Rame, menimbulkan perbuatan melanggar hukum dengan penganiayaan dilakukan oknum security Wong Rame tanpa dasar kepada Korban.

Arogansi dari Oknum security yang diketahui bekerja di perusahaan baja milik keturuan yang dikenal bernama A Wie Baja Agung bos dari PT. Wong Rame yang berlokasi di Pantai Cermin Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai.

Akibat arogansi dari Oknum yang berinisial H alias Boyok, dan J alias GN, melakukan tindakan kekerasan terhadap warga yang bernama Ali Amri, dan dituduh memberikan informasi yang tidak dilakukannya malahan mendapat tindakan kekerasan berupa penganiayaan. Selasa, 23/4.

Ali Amri pun melaporkan tindakan penganiayaan yang dilakukan oknum security PT. Wong Rame ke Polres Serdang Bedagai Sektor Pantai Cermin, dengan rujukan yang dikeluarkan oleh Polsek Pantai Cermin , No, B/04/IV/2019 atas luka luka korban.

Kejadian tindakan kekerasan berawal pada jam 23.00 wib, bahwa disaat itu korban sedang ada acara dirumah kirim do'a buat keluarga, dan pada saat itu Kepala Dusun IV datang untuk menjemput korban Ali Amri dirumahnya di Dusun IV, dengan maksud Kepala Dusun IV bersama Korban untuk menjelaskan maupun memberikan keterangan bahwa barang yang dijual Ismail bukan barang milik PT. Wong Rame.

Korban bersama Kepala Dusun IV beserta Iwan selaku pemilik dab air datang ke PT. Wong Rame, setelah sampai disana, malah korban Ali Amri mendapat penganiayaan dari oknum security H dan J, dan korban dapat melepaskan diri dengan bantuan Kepala Dusun, dan diketahui ternyata barang yang dijual yang dituduhkan pihak security tersebut bukanlah barang milik PT. Wong Rame.

Dari keterangan korban dirinya bersama dengan iwan tidak ada mengambil ataupun mencuri Dab Air (pompa air-Red) milik PT. Wong Rame, "kami tidak ada mencuri atau mengambil Dab Air itu, saya pada masa itu hanya mengantarkan iwan untuk menjual dab air milik Pakciknya sendiri," ungkap Ali Amri. 

Kejadian yang disaksikan oleh Kepala Dusun IV atas tindakan kekerasan oknum security itu, sempat mempertanyakan kepada oknum tersebut, " Kenapa mesti main tindakan kekerasan," terang korban menjelaskan dari perkataan Kepala Dusun IV.

Akibat tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum security Korban mengalami luka luka pada sekujur tubuhnya yang dilakukan dengan tendangan dan pukulan maupun cekikan pada leher, sampai baju korban robek akibat ditarik paksa.

Disaat awak media ingin mengkonfirmasi ke pihak Polsek Pantai Cermin, Petugas yang menangani tidak ada di tempat, 25/4/2019.

Korban Ali Amri meminta keadilan atas tindakan penganiayaan yang dilakukan oknum security kepada pihak Kepolisian Sektor Pantai Cermin, dalam hal ini penganiayaan yang dilakukan oleh security dapat dikenakan Pidana pasal 351 KUHP. (Red.Su/L.M)
 

Posting Komentar

 
Top