0
Medan - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Forum Peduli Ummat (FPU) LEMBAGA BANTUAN  ALLAH - Sumatera Utara - Indonesia dan Dewan Redaksi Potretri007 Kordinator Wilayah Sumatera Bagian Utara (Prov. Nanggro Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Riau dan Sumatera Barat). Serta Penasehat Reclasseering Badan perserta Hukum untuk Masyarakat dan Negara, Kota Medan. SIUP-PM: No.01451/1.824.271 NPWP : 21.057.287.1-013.000 SK.Menkum HAM RI: AHU-94803.AH.01.01.Tahun 2008.

Ahmad Yani bin Abdul Hamid menjelaskan soal lahan tanah Mabar Hilir Kawasan Pasar IV Medan Deli. Atas nama tapak tanah Perumahan Dinas Perhubungan Laut (Apel Belawan). Dalam hal ini Ahmad Yani bin Abdul Hamid mengakui bahwa dirinya adalah selalu penerima amanah berkas Asli lahan tanah tersebut dari saudara Azuar. Dimulai dari surat induk, Peta Induk, Surat Pernyataan ganti rugi dari masyarakat dan Peta Fasum.

Di dalam surat Induk dan peta Induk tertulis lahan tanah tersebut nilai suratnya sebanyak 257 surat, dan luas tanahnya lebih kurang 22 hektar.

Pelepasan Lahan Kawasan Pasar IV Mabar Hilir Ilegal
Proyek pelepasan lahan milik orang per-orang kawasan Pasar IV, Kelurahan  Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli menuai kritik. Pasalnya, Ketua Panitia Pelepasan Lahan dan beberapa pengurus lainnya dituding telah menjual sebagian lahan tersebut secara tidak adil dan mencari keuntungan Pribadi.

Dari jumlah nilai surat sebanyak 257 surat dengan luas tanah 22 Hektar Panita pelepasan lahan tersebut tidak akan sanggup untuk mendapatkan jumlah surat sesuai yang tertera di dalam peta Induk. Sudah cukup hebat kata Ahmad Yani bin Abdul Hamid jikamana panitia pelepasan lahan dimaksud bisa mendapatkan sebanyak 150 surat PERSIL ataupun surat Sertifikat Hak Milik.
Panita dan pengurus lainnya menyikat habis melepaskan jual beli lahan tanah tersebut kepada Awi SH. Dari jumlah surat sebanyak 257 surat panitia pelepasan lahan tanah tersebut mendapatkan keuntungan 100 surat PERSIL ataupun Sertifikat Hak Milik. Kalau kita jumlahkan dalam satu surat harga 100juta berapa Panitia dan pengurus lainnya mendapatkan keuntungan.

Masih,.. kata Ahmad Yani bin Abdul Hamid, belum lagi tanah yang di peta Fasum (Fasilitas umum) lebih kurang 5 hektar yang mana di peta Fasum tersebut tidak ada tertulis Nomor Persil... Yang ada nama empat orang tertulis di peta Fasum tersebut.

Hal ini disampaikan Ahmad Yani bin Abdul Hamid, karena dirinya masih memegang amanah 8 surat PERSIL yang belum dibayar panitia pelepasan lahan tersebut. Dan disamping itu kata Ahmad Yani bin Abdul Hamid diri nya juga ingin membela Masyarakat setempat yang masih menyimpan surat SKT, agar mendapatkan haknya yang dulunya pada tahun 1976 belum dibayar oleh kepala Proyek tersebut lahan tanah dimaksud.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Peduli Ummat (FPU) Sumatera Utara, Ahmad Yani bin Abdul Hamid saat dikonfirmasi menuturkan, pihaknya telah menemukan beberapa transaksi jual beli lahan tersebut.

“Padahal, lahan tersebut tak bisa diperjual belikan sebelum mendapat persetujuan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Medan. Saya hanya memperingatkan kepada pembeli dan calon pembeli untuk waspada. Sebab, tanpa adanya surat pemecahan dari BPN atas akte pelepasan haknya, jual beli tersebut dianggap ilegal,” tegas Ahmad Yani.

Ahmad Yani memastikan legalitas lahan saat ini ada di tangannya, yang diserahkan langsung oleh saudara Azwar Syahputra pada tanggal 10 Januari 2008 silam. Sementara, pada saat transaksi  jual beli sejumlah tapak yang ada di lahan tersebut, Ahmad Yani  tidak dihadirkan dan tidak diberitahu.

“Terus terang saya tidak terima dengan perlakuan Ketua Panitia Pelepasan Lahan Mabar Hilir. Sebab, selaku pemegang atau
penyimpan Akte Pelepasan Hak Nomor 22/Akte/1976 dan Peta Induk atau peta penunjuk lokasi, serta surat pernyataan ganti rugi
dari masyarakat Pasar IV Mabar Hilir Medan Deli, saya tak pernah diberitahu. Padahal, seharusnya saya diinformasikan, karena nama saya juga tercantum di susunan kepanitiaan,” terangnya.

Untuk itu, secara tegas pula Ahmad Yani menyatakan, pihaknya segera menindaklanjuti kecurangan yang dilakukan sejumlah oknum yang berada di susunan kepanitiaan pelepasan lahan Pasar IV Mabar Hilir.(red).

Posting Komentar

 
Top