0
"Pengusaha ternak babi terancam akan ditutup Usahanya"

Serdangbedagai | Potret RI - Peraturan Daerah yang tidak disosialisasikan sampai ke perangkat desa terhadap usaha ternak yang boleh atau tidak akan menimbulkan gejolak di masyarakat dan pastinya investasi pengusaha ternak menjadi terganggu di Desa Ujung Rambung.

Pada Perda Kabupaten No.12 tahun 2013 untuk ternak babi sesuai dengan Perda Kabupaten Sergai, Pengembangan kawasan budidaya peternakan Hewan Besar, hewan kecil dan unggas sebagaimana tercantum pada ayat (2) dilakukan di wilayah yang memiliki potensi dan sesuai untuk pengembangan perternakan hewan besar,
hewan kecil dan unggas, termasuk untuk terbakbabi dengan pengembangan berada di Kecamatan Dolok Masihul, Kecamatan Kotarih, Kecamatan Bintang Bayu, dan Kecamatan Sei Bamban.

Ketentuan dalam  kegiatan peternakan babi dikembangkan dengan syarat jauh dari pusat kota, jauh dari kawasan permukiman, dikandangkan (tidak dibiarkan berkeliaran), memiliki sistem sanitasi yang baik, memiliki sistem pengolahan air limbah, memiliki izin lingkungan, dan tidak ada pertentangan dari masyarakat setempat.

Dengan tidak adanya sosialisasi  terhadap peraturan daerah sebelumnya kepada pengusaha ternak menimbulkan permasalahan baru bagi investasi pengusaha ternak tersebut,"kami sudah lama berternak babi di sergai ini, dan kami tidak mengetahui sebelumnya, sebelum dikeluarkan perda tersebut kami sudah beternak, untuk penempatan dan ijin lingkungan kami tidak mengetahuinya, kami berharap pemerintah daerah memberi solusi kepada kami", ungkap pengusaha yang tidak ingin disebutkan namanya, saat dikonfirmasi tim media, 26/6/2019.

"Usaha ternak babi ini adalah tradisi kami, dan setiap acara kegiatan keagamaan, babi menjadi salah satu bagian dari kegiatan keagamaan tersebut",terangnya Pengusaha yang tidak ingin disebutkan namanya.

Hal ini menimpa pada  28 pengusaha ternak babi desa ujung rambung, Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdangbedagai tidak mendapatkan ketenangan jiwa seharusnya Pemerintah Serdangbedagai memberikan ketenangan buat peternak tersebut.

Dengan adanya Polemik yang terjadi di Desa Ujung Rambung, para pengusaha meminta bantuan kepada LSM setempat untuk menengahi, dan meminta perlindungan.

Sementara itu untuk pengusaha ternak babi yang berinisial di desa ujung rambung, AO, KH, KI, AI, TN, ACN, Masing masing dari dusun 4, 7 dan Dusun 8, merasa tidak memiliki ketenangan dengan adanya demo beberapa bulan yang lalu yaitu di akhir tahun 2018.

Dari informasi yang didapat Bahwa ada indikasi Kades Ujung Rambung ada menerima upeti berkisar 30 juta, bahkan pengusaha diduga ada memberikan sebesar 80 juta, dan tidak ada solusi yang diberikan kepada pengusaha atas peternakan yang dilakukan pengusaha tersebut.

Benar atau tidaknya adanya upeti yang diberikan kepada Kades Ujung Rambung, diharapkan Kapolres agar segera mengambil tindakan memberikan perlindungan Hukum kepada Pengusaha ternak babi ujung rambung, dikarenakan merasa heran ,"mengapa di tempat kami saja yang didemo, sedangkan di desa kota Pari Pantai Cermin tidak digubris", ungkap pengusaha ternak babi yang tidak ingin disebutkan namanya.

Selanjutnya tim menelusuri ke perangkat desa kota Pari Pantai Cermin melalui Kades Setempat, namun saat akan dikonfirmasi kades kota Pari Pantai Cermin Abdul Khoir ,"peternakan itu akan ditutup, maaf ini lagi ada panggilan ke kantor satpol PP", sambil berlalu meninggalkan tim media.

Di daerah Pantai Cermin daerah yang banyak ternak babi dengan berjalan kaki setiap areal akan kita temui, dengan ukutan kecil maupun besar," aman aman saja para pengusaha ternak itu disana", terang pengusaha ternak babi ujung rambung kembali, rabu, 26/6/2019.

Perkembangan lanjutan di lapangan didapat informasi bahwa masyarakat akan melakukan aksi akan adanya peternakan babi yang tidak sesuai dengan Perda yang ada ke Kantor Bupati Serdangbedagai dalam waktu dekat ini.(Red.Su/L.Manalu)

Posting Komentar

 
Top