0
Riau | Potret RI –Lagi- lagi masalah lahan 2.800 Ha yang diserahkan oleh Presiden  masa itu untuk masyarakat Adat Kenegerian Senama Nenek pada 3/5/2019 terus menuai polemik di tengah masyarakat Adat Kenegerian Senama Nenek.

Betapa tidaknya, tujuan baik Pemerintah pusat untuk mensejahterakan masyarakat, dengan menyerahkan kebun kelapa sawit PTP V sei Kencana seluas 2.800Ha kepada masyarakat Adat Kenegerian Senama Nenek tidak di lakukan secara “TRANSPARAN BERKEADILAN”, menjadi polemik berkepanjangan.

Dengan dasar musyawarah dan mufakat oleh pengurus, dalam hal ini Nenek Mamak Pucuk Suku nan Balimo Kenegerian Senama Nenek kepada yang berhak menerimanya.

Disebabkan tidak adanya keterbukaan pengurus dalam hal ini Nenek Mamak Pucuk Suku serta Kepala Desa dalam pendaftaran calon petani dan calon lahan (cp/cl) maka sering terjadi protes dan rasa tidak puasnya masyakat.

Rabu 03 Juli 2019 para pemuda pemudi memadati Aula kantor Desa, untuk menanyakan hak- hak mereka diatas lahan 2.800 terbut, Pengurus yang sempat hadir iyalah 4 orang Ninik mamak dan juga Kepala Desa.

Pemuda pemudi itu lagi – lagi, menanyakan kepada Ninik Mamak nan Balimo Kenegerian Senama Ninik yang bertanggung jawab atas penerimaan pendaftaran cp/cl itu.

intinya mereka menununtut dan menanyakan hak-hak nya ( pemuda/i) di atas lahan 2.800 itu, Namun nenek mamak mintak waktu sampai hari Rabu depan 10 Juli 2019, Beberapa hal yang mereka ingin tau itu iyalah,

Dengan tiadanya keterbukaan akan penyerahan lahan eks PTPN IV kepada Ninik Mamak timbul pertanyaan dari warga terutama pemuda pemudi yang ingin mendapatkan haknya atas lahan yang dikuasai PTPN.

Kenapa Pemuda dan Pemudi setempat yang belum menikah alias yang belum punya KK sendiri tidak berhak mendaftar..!!?? Apa alasan dan payung hukumnya..!!??

Kenapa masyarakat Adat Asli senama Nenek yang ber KTP Pekanbaru tidak juga berhak mendaftar sebagai cp/cl..!!??

Dari penelusuran tim dilokasi pertemuan bahasa bahwa adanya kewarganegaraan Malaysia dapat mendaftar dan memiliki lahan PTPN tersebut, "Sementara saudara dekat dari pengurus bisa diterima pendaftarannya, walaupun KTP Pekanbaru, bahkan yang warga Negara Malaysia pun ada masuk dalam daftar cp/cl itu", disaat pertemuan dengan Ninik Mamak.

"Kenapa Nenek mamak nan balimo tidak mau memberitahu daftar nama cp/cl yang sudah terdaftar..!!??..Apakah mereka takut ketahuan banyaknya masyarakat luar yang di daftarkan oleh Nenek mamak karena dibayar seharga lahan itu", ungkap warga yang tidak ingin disebutkan namanya. (Red.su/Tim)

Posting Komentar

 
Top