0
POTRETRI007.COM-  R.Sukrisno Alim Sudibyo selaku Direktur/Ketua Lembaga Bantuan Hukum Kesatuan Aksi Pengemban Amanat Penderitaan Rakyat (LBH KAP AMPERA) yang juga sebagai Pimpinan Umum/Pimpinan Redaksi Potretri007 bersama Dewan Redaksi dikawal Pasukan Khusus Garuda Indonesia Raya Turun Gunung ke Wilayah Sumatera Bagian Utara, DI Nanggro Aceh Darusalam, Sumatera Utara, Riau dan Sumatera Barat. Pada kesempatan itu Direktur LBH KAP AMPERA didampingi Wandi Sitepu, Wahab Melayu, DR.H.Zakaria Lc.MA dan H.M.Ayyub 

Secara khusus datang ke Kota Kisaran untuk melakukan investigasi tentang permasalahan kasus Pencurian TBS Milik PT.London Sumatera diduga melibatkan Oknum Wartawan. Disisi lain Dewan Redaksi Media Online Potretri007 membentuk Biro Kota Medan,Binjai, Kab.Deli Serdang, Kab.Asahan, Kota Tanjung Balai, Kab. Batu Bara dan Kota Tebing Tinggi. Untuk pertama kali telah ditunjuk sebagai Kepala Biro Kab.Asahan Jhon Simanjuntak, Kepala Biro Kab.Batu Bara M.Arfandi Siahaan, Kepala Biro Kota Tanjung Balai Samsul Manurung dan Budi, Kepala Biro Kota Tebing Tinggi Udin, Kepala Biro Deli Serdang Susanto,

Sesuai hasil investigasi TIM LBH KAP AMPERA bersama Dewan Redaksi ke Polres Asahan dan Polsek Pulau Raja atas permasalahan dugaan pencurian TBS Milik Perkebunan PT.Lonsum Gunung Melayu diduga melibatkan oknum wartawan, telah ditemukan beberapa kejanggalan atas prosedur Penangkapan dan Penahanan terhadap Oknum Wartawan MHS, dikarenakan sesuai pengakuan Orang Tua MHS Bahwa sejak MHS ditahan mulai tgl 9 September 2019 Hingga 23 Oktober 2019. Mereka selaku orang tua tidak ada menerima Surat Perpanjangan Penahanan dari Kejaksaan Negeri.

Ternyata setelah orang tua MHS menkonfirmasi pihak Polsek Pulau Raja barulah diketahui bahwa Surat Perpanjangan Penahanan Terhadap MHS sudah diterbitkan oleh Kejaksaan Negeri Kisaran tertanggal 25 September 2019. yang menurut pihak Polsek Pulau Raja surat tersebut telah disampaikan melalui Kepala Desa Mekar Sari, Namun dikarenakan belum ada diterima oleh orang tua MHS maka pihak Polsek Pulau Raja diruang kerja pada Hari Rabu 23 Oktober 2019 sekitar pukul 14,00 WIB menyerahkan Selembar Surat Perpanjangan Penahanan berwarna merah dari Kejaksaan Negeri Kisaran kepada Jhon Simanjuntak selaku ayah kandung MHS,

Namun setelah diteliti isi surat perpanjangan penahanan No.TAP-203/L.2.23.3/Epp.1/09/2019 yang ditandatangani KASIE TINDAK PIDANA UMUM, ada keanehan didalam isi surat tertera MHS dibuat beragama Islam dan Pekerjaan tertulis Kristen Protestan, jadi terkesan surat dibuat buru buru tidak diteliti terlebih dahulu, bisa jadi surat ini baru dibuat kata boru Siregar isteri Jhon Simanjuntak sambil menarik nafas dalam dalam saat membaca surat berwarna merah itu yang tertulis masa perpanjangan penahanan sd tgl. 07 Nopember 2019. Kami hanya berharap Allah SWT membuka tabir kebenaran ini imbuh boru regar ibu kandung MHS.(red).

Post a comment

 
Top