0
POTRETRI007 - Masyarakat Jl.Peringgan Dusun VI Helvetia Kec.Sunggal Kab.Deli Serdang telah lama mengharapkan agar Pemerintah dapat Menerbitkan Sertifikat Untuk Rakyat sesuai dengan bukti kepemilikan yang syah yang dimiliki Masyarakat berdasarkan telah menduduki dan mengusahai lahan dan telah mendirikan bangunan Rumah untuk tempat tinggal yang layak huni.

Hal ini sangat diharapkan oleh masyarakat sebagaimana di ceritakan oleh Wak Udin yang merupakan Anak Kandung Almarhum Harun selaku Tokoh Masyarakat saat itu yang bertahan memperjuangkan Hak Atas Tanah di Jl.Peringgan Dusun VI Helvetia Kec.Sunggal Kab.Deli Serdang sejak tahun 1997.

Dalam memperjuangkan Hak Masyarakat tersebut, pada Tahun 1997 Almarhum Harun telah mengusahakan dan mempercayakan kepada Sukrisno A.S selaku Ketua TIM Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Karpin Golkar. Bahwa berkat kedekatan Sukrisno A.S dengan Sultan Deli Azmy Perkasa Alam Alhaj saat itu, maka Sultan Deli telah Melepaskan Sebagian atas Tanah Hak Adat Bekas Konsesi HelvetiA kepada Masyarakat yang telah merawat dan menghuni di atas tanah Bekas Konsesi Helvetia sejak tahun 1965.

Wak Udin menceritakan sejarah Perjuangan Hak Tanah Untuk Rakyat di Dusun VI tersebut berawal sekitar tahun 1997 mereka saat itu Dipaksa harus Mengosongkan Rumah Pondok Senh yang mereka tempati sejak tahun 1965, berkat  bantuan Tim LKBH Karpin Golkar Jakarta yang dipimpin Sukrisno A.S dengan usahanya mendapatkan sepotong surat Dari Sultan Deli saat itu maka kami bisa bertahan hingga saat ini " jelas Wak Udin kepada Wartawan yang sedang mewawancarainya

Wak Udin juga menerangkan bahwa ianya dan keluarganya bisa bertahan tinggal di Dusun VI Helvetia Kec.Sunggal Kab.Deli Serdang sudah 54 Tahun disitu mempunyai pegangan dan dasar yang kuat karena ada Surat dari Kepala Desa Helvetia Kec.Sunggal yang saat itu ditandatangani Pangaribuan tertanggal 5 Oktober 1997 Yang di dalam Surat tersebut telah dijelaskan bahwa Sultan Deli telah menyerahkan aebagian tanah Adat Bekas Konsesi Helvetia tersebut  kepada Masyarakat melalui Harun Almarhum Ayah Kandungnya seluas Lebih kurang 17,78 Ha dengan catatan  dengan catatan sebagian tanah bekas konsesi itu dikembalikan dan diserahkan kepada Sultan Deli, ini suratnya telah lama disimpan oleh Almarhum ayah saya", jelasnya, jadi Tanah di Helvetia ini adalah merupakan Tanah Kesultanan Deli, ini ada surat Kontraknya Konsesinya sambil menunjukkan copy surat Konsesi Helvetia berbahasa Belanda yang telah diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia. Pada kesempatan itu Sukrisno A.S selaku Ketua Tim LKBH Karpin Golkar yang kini sebagai Ketua/Direktur LBH KAP AMPERA di Jakarta yang Khusus di Undang Wak Udin membenarkan apa yang disampaikan dan diceritakan Wak Udin kepada awak media. Ketua LBH KAP AMPERA dengan tegas meminta kepada Pemerintah agar segera dapat Menerbitkan Sertipikat untuk Masyarakat Dusun VI  Helvetia Kec.Sunggal Kab.Deli Serdang sesuai dengan data yang sah, dan meneliti dengan jeli alas hak yang dimiliki warga, karena sesuai laporan dan investigasi Tim LBH KAP AMPERA telah ditemui Beberapa Surat Keterangan yang diterbitkan oleh Oknum Kepala Desa yang tidak sesuai dengan data yang sebenarnya dan diragukan untuk dapat diajukan ke BPN karena di dalam keterangannya tidak menjelaskan alas hak yang mendasar, seharusnya Kepala Desa Menerbitkan surat yang bisa ditindaklanjuti untuk menjadi sertipikat, bukan surat asal jadi dengan bayaran yang cukup mahal, karena masalah Tanah di Dusun VI Helvetia Sunggal sudah sangat Konplik," Tegas R.Sukrisno A.S Ketua LBH KAP AMPERA yang juga Kerabat Sultan Deli tersebut.(red).

Post a comment

 
Top