0
POTRETRI007.COM - Pasca Kapal ikan berbendera Malaysia berawak 5 Warga Negara Indonesia (WNI)  ditangkap Petugas Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Belawan atas tuduhan mencuri Ikan di perairan Indonesia.

Ketua HNSI Sumut Zulfahri Siagian SE mendesak agar pemilik kapal ikan asing itu ditangkap juga sesuai Undang -undang Perikanan No 45 Thn 2009 tentang perubahan atas perubahan UU No 21 Tahun 2004 tentang perikanan pasal 85, Desak  Zulfahri Siagian.


meminta kepada Pemerintah Indonesia agar mencari solusi persoalan nelayan Indonesia yang bekerja di Malaysia agar kejadian tak terulang kembali.

Kita meminta kepada Pemerintah Indonesia khususnya PSDKP agar mencari solusi terkait penangkapan kapal Malaysia tapi ABK-nya orang Indonesia.

Sebagaimana diketahui keterangan dari kantor Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan Perikanan ( PSDKP ) Belawan Kamis (26/02/2020) diketahui,  Penangkapan kapal GT 64,50 dengan nama PKFB 1870 berbendera Malaysia tersebut dilakukan di wilayah perairan Indonesia saat lego jangkar.

Pihak Stasiun PSDKP Belawan mendapati 1 tekong bernama Sunaryo (51), dan 4 ABK (anak buah kapal) yang masing-masing Dani Kurniawan (20) Jumali (22) , Jumartin (40) Abdi Susilo (25). Kesemuanya warga Desa Jambalan, Kec. Simpang 4, Tanjungbalai,  Asahan.

Petugas juga mengamankan alat navigasi kapal yang berupa 3 unit radio berbagai merk, GPS, dan 1 teropong.

Menurut tekong Sunaryo, mereka terpaksa bekerja di Malaysia dikarenakan persoalan ekonomi. Saat itu pukat tarik dilarang di seluruh Indonesia. Sehingga Sunaryo langsung hijrah ke negara jiran Malaysia.

Menurut Sunaryo, sebelum ditangkap mereka  berangkat malam pukul 19.00 dari Utan Melintang Perak Malaysia.

Kasubsi Pengawasan Penanganan Pelanggaran Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Josia S Sembiring membenarkan penangkapan kapal Malaysia di wilayah perairan Indonesia.(Hs/red).

Posting Komentar

 
Top