0
"Ketua AWPI bersama Pimpinan Redaksi Media Istana Rakyat"
Jakarta | Potret RI - Insan Pers adalah Insan yang secara independent untuk mencari informasi pemberitaan dan dilindungi  Undang, namun bila Undang Undang Pers dilanggar buat apa ada sebuah Negara yang turut serta Jurnalis maupun wartawan turut memperjuangkan Negeri Ini.

Hal mendasar atas dasar sebuah media baik itu lokal maupun Nasional hadir disetiap daerah untuk memberikan informasi yang akurat, bila dihalang halangi sesuai dengan UU Pers No.40 akan dikenakan sanksi Pidana dan Denda, namun tidak terlepas dari Norma Norma kejurnalisan dan kewartawanan.

Peristiwa yang terjadi pada wartawan maupun jurnalis banyak dialami setiap insan pers sampai kehilangan nyawa dan baik itu ancaman namun untuk itu jurnalis maupun wartawan tetap berjuang mengungkapkan kebenaran dan untuk meluruskan besi yang sudah bengkok karena diterpa panasnya kekuasaan.

Menyikapi kejadian terhadap wartawan Media Istana Rakyat, yang mengatakan bahwa Media Istana Rakyat tidak berlaku bagi pengusaha maupun Perusahaan Besar seperti salah satunya PT.Smart Glove Cooperated yang dimiliki asing, dan menginvestasikan dananya buat mendirikan pabrik maupun perusahaan.

Namun demikian tidak semerta merta dengan dalih adanya investasi perbuatan dari oknum PT.Smart Glove Cooperated yang telah mencederai dan melukai Pers, maupun Insan Pers diperbolehkan tanpa adanya sanksi Pidana maupun sanksi denda, walaupun pengusaha tersebut memiliki back up baik dari aparat seperti yang diucapkan oleh oknum Sutan Tobing bahwa akan melaporkan ke Polda akan keinginan konfirmasi dan klarifikasi dari wartawan.

Kemungkinan hal ini tidak saja terjadi pada wartwan Media Istana Rakyat, bisa saja terjadi bagi Insan Pers yang ingin mengungkapkan kebenaran itu bahwa ada yang diindikasikan pelanggaran dan perbuatan yang disengaja sesuai dengan Instruksi dari Pengusaha maupun Perusahaan yang dengan dalih menginvestasikan dananya.

Menyikapi kejadian yang menimpa widya wartawan Media Istana Rakyat, Ketua AWPI (Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia) yang berpusat dan berkantor di gedung Dewan Pers Jakarta,"kami sangat dan sangat mengecam perbuatan Manajer PT.Smart Glove tersebut, dan hal ini kami ingin menuntaskan karena dirinya menyebut Institusi Polda, yang berarti mereka ada back up bahwa perbuat koan mereka yang sewenang wenang dilindungi oleh Institusi tersebut", terang Ketua umum AWPI Ir.Dedy Nadiyanto, MM, di saat dikonfirmasi melalui telepon yang saat bersama didampingi A.Daulay S.E Pimpinan Redaksi Media Istana Rakyat, dalam memonitor adanya kelalaian dan pengawasan di segala aspek jalannya pemerintahan dan perekonomian Indonesia.

"Kami tidak akan tinggal diam, akan perbuatan dan tindakan siapapun yang menghalang halangi insan pers dalam meliput dan mencari berita, kami melindungi dan menaungi 400 media yang ada saat ini," terangnya kembali.

Senada dengan pernyataan tersebut advokasi dari Media Istana Rakyat,  Yunan Helmi, S.H, dan rekan rekan advokat lainnya, Nanang Ardiansyah,Lubis, S.H, Yosi Yudha F, S.H, Abror Mansyur, S.H, Bayu Wijaya Sirait, S.H, menanggapi wartawan yang dilecehkan dan dihalang halangi merasa hukum itu serasa milik pengusaha dan seakan tidak adanya hukum, dan hukum itu apakah milik mereka, sedangkan karyawan sebagai bagian dari tumbuh kembangnya perusahaan tidak ada nilainya, ungkap Yunan disaat ditemui bersama widya untuk mendapatkan advokasi atas pelecehan yang dilakukan dari perbuatan oknum Sutan Tobing dikantor PT.Smart Gloves Cooperation komplek Kawasan Industri Di Tanjung Morawa, 28/2/2020.(Red.Su/Tim)

Post a comment

 
Top