0
Potret RI | Covid-19 - Dunia berada dalam cengkeraman Pendemi berbahaya yang mendatangkan malapetaka dimana mana. secara global, hampir 400.000 orang dan bisa lebih terinfeksi oleh virus corona baru ini, lebih dari 20.000 dan malah bisa bertambah yang meninggal.

Infeksi telah dilaporkan oleh 194 Negara di luar China, tetapi secara ajaib, beberapa negara tampaknya berhasil melawan tren bom biology ini, dan masih bebas dari Covid-19.

Diantaranya Negara yang berhasil melawan bom biology terhadap Negaranya dan Masyarakatnya, yang pertama adalah Korea Utara, sejak wabah virus corona ini timbul pada Negara tetangganya China, Korea utara langsung melakukan tindakan pencegahan untuk tidak membolehkan warga negara tersebut untuk masuk kenegaranya, dan sampai saat ini belum ada melaporkan satu pun kasus birus ini menimpa negaranya, fakta tersebut diketahui bahwa Korea Utara adalah Negara yang memiliki kemampuan untuk melindungi negaranya.

Yang ke-2 adalah Negara Libya, sama halnya dengan Korea Utara, belum mengkonfirmasi bahwa kasus 
virus corona ini menyerang mereka, tetapi lembaga bantuan internasional dan pejabat kesehatan telah memperingatkan bahwa konfliknya kan membuat pemberantasan wabah menjadi sangat sulit, perang di Libya berarti bahwa negara itu telah ditutup secara efektif untuk pariwisata selama bertahun tahun.

Libya timur sendiri memberlakukan jam malam penuh selama 10 hari dari 23 maret dalam upaya mengekang penyebaran Covid-19, meskipun obat obatan dikirim melalui telepon jika perlu.

Yang ke-3 adalah Negara Yaman, Covid-19 untuk sampai saat ini belum sampai menyebar ke Negara tersebut, tetapi mengingat situasi saat ini dari sistem perawatan kesehatan, setelah bertahun tahun konflik yang menghancurkan, itu akan menjadi bencana jika penyakit itu menyerang Yaman, Negara Arab termiskin.

Sementara itu di Negera Indonesia masih berjibaku dalam kekuasaan dan kebijakan yang tidak pernah ada ujungnya untuk kepentingan masyarakatnya maupun warganya, dimana para Dewan dan Pemerintah berulah membuat statement diawal yang menyesatkan, dan membiarkan virus Covid-19 masuk dengan alasan bahwa ini kesempatan untuk masuknya devisa dari Pariwisata, maupun dengan alasan lainnya, sedangkan WHO sudah memperingati dan sekarang tinggal menyiapi kuburan masal terhadap korban bom biology Covid-19

Disini tampak bahwa wakil maupun dari Pemerintah itu sendiri berulah, dengan adanya penyebab bahwa keputusan jika anggota DPR beserta keluarganya akan lebih dulu menjalani tes virus corona, menurut keterangan Sekjen DPR Indra Iskandar, setidaknya 2000 anggota DPR dan keluarga akan menjalani Rapid Tes Virus Covid-19 pada akhir pekan ini.

Keputusan ini langsung menuai kontroversi dan dikritik oleh berbagai elemen di masyarakat, Netizen di media sosial mempermasalahkan masalah tes ini dengan membuat topik "DPR menjadi trending topic". Netizen meminta agar para anggota DPR mengutamakan masyarakat serta para ahli kesehatan seperti Dokter dan Perawat untuk dites lebih dulu.

Hal ini menjadi kepercayaan akan pengelolaan Negara semakin hancur, timbulnya perpecahan dengan adanya perintah tanpa ada dasar yang bijak dalam pengelolaan suatu Negara, dimana masyarakat dan warga harus dirumahkan sementara keperluan mereka untuk hidup sehari hari tidak adanya diberikan maupun keselamatan mereka, hanya sebuah kata janji janji, yang akhirnya akan menimbulkan gejolak sosial, mending tiada apabila hanya diam, sama aja kita akan mati akhirnya, sedangkan Pemerintah yang mengaku sebagai Pelaksana UU tidak memperdulikan masyarakatnya", ungkap warga yang sudah ditemui dan diwawancarai tim media, dan yang tidak ingin disebut namanya, di kawasan pasar tradisional medan. 25/03/2020.(Red.Su/Int)

 

Posting Komentar

 
Top