0
"Perambahan Hutan yang dianggap Biasa yang penting menguntungkan selagi masih Menjabat"

Riau | Potret RI - Walau pun gencar pemberitaan tentang perambahan kayu log untuk memenuhui kebutuhan para perusahaan kilang sow mill di wilayah Desa Air Manis, Desa Siabu, Kecamatan Kampar kiri (lipat kain) perambaha liar di Kecamatan Kampar Kiri Hulu (Gema), untuk diolah menjadi bahan jadi (bariti-dan papan) namun pihak polda riau, Kapolres Kampar dengan Dinas Kehutanan provinsi Riau tidak sanggup hentikan perambahan tersebut, sudah terlalu manis kayunya sehingga undang-undang nomor  41 tentang kehutanan tahun 1999 kerasa diabaikan.

Di lingkungan hukum Kecamatan Salo kurang lebih 14 unit sowmill yang ditemukan beroperasi, dan bahan kayu log jenis kulim, Meranti yang di rambah dari hutan lindung Desa Sri Sarik dan Desa Siabu, Seiulak dengan hasil perambahan kurang lebih 700 meter kubik perhari  dari lahan hutan lindung, hutan peroduksi terbatas (HPT) dan dari hutan penyanggah.

Dari hasil penelusuran bersama dengan media online  lainnya bahwa peredaran kayu log dan kayu olahan jenis meranti kempas dan jenis kayu lainnya setiap hari melintas di jalan lintas lipat kain menuju sow mill Desa Teratak Buluh Kecamatan Siak Hulu, malah tidak ada gangguan.

Sesuai informasi yang didapat dilapangan bahwa ada oknum berseragam yang selalu mengawal mobil yang mengangkut kayu log dan kayu olahan dari Kecamatan Kampar Kiri Hulu, sehingga aman sampai tujuan. (28/3/2020)

Terkait lokasi Desa Siabu, untuk bahan yang masuk ke sow mill Desa Air Mani ,  log kayu diangkut melalui sungai Batang Ulak melintasi lahan perkebunan PT. Cilianra Perkasa, dan informasi lainnya bahwa setiap mmelintas di pintu gerbang satpam PT.CILIANRA PERKASA membayar Rp.100 ribu rupiah per unit mobil yang bawa kayu log tanpa kecuali.

Tetapi sangat mengherankan kata masyarakat daerah Kabupaten Kampar setiap mobil yang mengangkut kayu log yang ukuran 20 cm sampai 60.ct up ke atas melintasi di setiap depan polsek mobil tersebut singgah 2 sampai 3 menit di depan polsek, tetapi mobil kayu yang tidak singgah lewat kantor polsek sering dirazia,"tutur masyarakat ke wartawan

Ketika wartawan mendatangi pemilik sowmill di lokasi untuk mengkonfirmasi , pemilik sowmil dan toke kayu log ada yang lari dari lokasi sowmill dan ada hanya beralasan ngambil sebegian untuk kayu bakar,  sambil satu persatu menghilang dari lokasi sowmill tersebut.

Saat kepala Dinas kehutanan Provinsi Riau mau di konfirmasi awak media berulang kali terkait perambahan kayu log di Kabupaten Kampar Riau, sampai berita ini di terbitkan belum bisa di temui, sesuai keterangan stafnya bapak sibuk,  tetapi kalau tidak ada wartawan konfirmasi soal pembalakan liar, Kadis Kehutanan Riau santai saja.

Warga masyarakat Riau melalui wakil wakilnya sudah kerap kali meminta kepada Pemerintah Pusat melalui  Presiden RI agar memerintahkan Kapolri , ibu Menteri Kehutanan dan jajaranya untuk sesegera mungkin melakukan pemberantasan pembalakan liar di daerah Kabupaten Kampar Provinsi Riau pada khususnya.(Red.su/LM)

Posting Komentar

 
Top