0
Potretri007- Sabtu (20/6) siang hari suasana di areal tanah garapan pasar 10 Helvetia Jl.Beringin Raya Dusun VIII Desa Manunggal Kec. Labuhan Deli Kab.Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara, begita tenang dan lengang, terlihat salah seorang anggota KTMLI  SEDANG KELILING MEMASANG PATOK PATOK DILAHAN YANG BELUM ADA BANGUNANNYA SEBAGAI  TANDA YANG BUNYINYA "DISINI AKAN SEGERA DIBANGUN" KTMLI. Sepuluh hari setelah gagalnya pihak PTPN II Melakukan Penentuan Tapal Batas antara lahan HGU dengan Eks.HGU PTPN II, khusus kebun Helvetia  Berdasarkan Sertipikat HGU No.111 tercatat luas areal yang masih HGU Lebih kurang seluas 1.258 Ha, yang telah keluar dari HGU Seluas 193 Ha, mencakup areal dari pasar IV s/d pasar XI. Sesuai hasil wawancara dengan Siregar ketua KTMLI semangat bersatu beberapa waktu lalu mengatakan bahwa Sertipikat HGU No.111 itu cacat hukum.

Hal ini dikatakan Siregar karena saat pihaknya bertemu dengan pihak PTPN II di Polres Belawan 2/6 ,  pihak PTPN II TIDAK DAPAT MEMPERLIHATKAN ASLI SERTIPIKAT HGU No.111 yang diterbitkan tahun 2003 dan akan berakhir tahun 2028. Jadi para warga meragukan akan keabsahan  Sertipikat HGU No.111, maka saat ini para warga tidak takut lagi membangun rumah, dan bagi anggota KTMLI yang tidak mau membangun rumah dilahan garapannya akan dikenakan sanksi . Hingga sore ini terlihat disetiap lahan kosong terlihat telah di pasang patok kecil dari triplek ukuran 40 cm x 40 cm , dan disepanjang jalan dipasang juga bendera Partai PDIP. Dari hasil pantauan dilapangan telah banyak berdiri bangunan rumah permanen dan ada juga bangunan rumah tempat ibadah seperti gereja, dan juga saat ini sedang dibangun Musholla.   Ketua KTMLI Semangat Bersatu  mengatakan bahwa anggotanya lebih 20 tahun menggarap di pasar 10 Helvetia Manunggal

Sementara disisi lain, Salah seorang staf PTPN II dengan tegas membantah pernyataan tersebut yang mengatakan bahwa warga anggota KTMLI telah 20 tahun menggarap,"pernyataan itu Bohong" karena di tahun 2013 pihak PTPN.II Masih menanam tebu di Kebun Helvetia dari pasar IV sd pasar XI " tegas Humas PTPN.II. 

Staf Humas PTPN 2 mengatakan, siapapun yang membangun di Areal HGU PTPN 2 itu sudah menyalahi hukum, mengenai permasalahan hukum pihak PTPN 2 Telah memberi kuasa penuh kepada KUASA HUKUM PTPN 2 ADVOKAT Sastra SH.Mkn & Rekan, jadi bagi masyarakat penggarap yang bersedia membongkar bangunannya secara sukarela akan diberikan uang tali asih yang besarnya telah ditetapkan, dan kewenangannya pihak PTPN 2 Telah melimpahkan kepada kantor Advokat Sastra & Rekan yang berkantor di Mandiri Building Jl.IMam Bonjol Medan, jadi bagi masyarakat yang mencoba membangun di areal HGU akan berhadapan dengan Kuasa Hukum PTPN 2 Tegasnya.

Dipihak lain, Ratusan KK warga Pasar V, VIII dan X Helvetia Desa Manunggal dengan secara bersama meminta Bantuan Hukum kepada Sekber NKRI Untuk Negara & Masyarakat, Presidium Pusat Reclasseering Indonesia (RI 007) , Lembaga Bantuan Hukum Kesatuan Aksi Pengemban Amanat Penderitaan Rakyat (LBH KAP AMPERA), DPP Forum Bantuan Hukum Indonesia (FBHI) dan Aliansi Press Indonesia Membela Aspirasi Rakyat (API MEMBARA) Serta dikawal Pasukan Khusus Garuda Indonesia Raya (Passus GInRa), dan atas kesepakatannya Para Warga telah memasang Plang di masing masing Lokasi Pasar V di Jl. Persatuan   Gang Persatuan 14, di Pasar VIII Jl.Perjuangan Gang Ka'bah dan di pasar X Jl.Beringin Raya Gang Sukadamai, Pemasangan Plang bertujuan untuk Mengantisipasi adanya upaya Pihak PTPN II Melakukan Okupasi atas Rumah dan Bangunan Para warga yang telah menduduki  Tanah Bekas Konsesi Helvetia Milik Sultan Deli yang ditempati sejak 1998.(kris).

Posting Komentar

 
Top