0
Potretri007- Ribuan Massa yang bergabung dalam Komite Rakyat Bersatu gabungan Beberapa Kelompok Tani yang ada di Sumatera Utara melakukan Aksi Damai didepan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Sumatera Utara dan di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara.

 Pengurus Passus Ginra yang berbaur dengan Komite Rakyat Bersatu antara lain T.Chaidir, Sugianto, T.Simanungkalit, AM Tanjung, Suwito KS, Syamsul, Isnadi, Nahrowi,  T.Andrian, Abd. Rahman, Rulli Afandi,SH, Yudi, Ikram, Hamdan, Iwan dan Rusdi.

 Tepatnya Aksi dilakukan pada hari Kamis 24 September 2020 bertepatan dengan Hari Petani Indonesia atau juga dikenal dengan Hari Bhakti Agraria .

 Terlihat di kerumunan Rakyat yang menggelar Spanduk Komite Rakyat Bersatu dan mengusung 4 kerenda hitam salah seorang Tim inti Pasukan Khusus Garuda Indonesia Raya sedang berada ditengah tengah masyarakat aksi turut serta menyanyikan Lagu Indonesia Raya.

 Kamondo Aksi berteriak diatas mobil aksi dengan mengatakan akan melakukan tidur dan masak di depan Kantor Wilayah BPN Sumatera Utara apabila pihak Kanwil BPN Sumatera tidak mau menemui Rakyat yang sedang melakukan aksi.

 Maka beberapa menit kemudian , salah seorang Staf Kanwil BPN Sumatera Utara naik ke atas Mobil aksi dengan mengatakan bahwa Kepala Kanwil BPN Sumatera sedang tugas diluar kota, dan berjanji dalam.waktu 2 (dua) hari ini akan mengundang perwakilan Komite Rakyat Bersatu untuk melakukan rapat dalam rangka merealisasikan tuntutan para rakyat aksi damai.

 Aksi Massa Komite Rakyat Bersatu bermula melakukan Orasi di Depan Kantor Wilayah Badan Provinsi Sumatera Utara yang berakhir kecewa karena tidak dapat bertemu dengan Kepala Kanwil BPN Sumatera Utara.

 Ditengah tengah Rakyat yang melakukan aksi terlihat Salah seorang Pengurus  Pasukan Khusus Garuda Indonesia Raya berpakaian seragam Merah Les Putih beratribut lengkap Pasukan Khusus Garuda Indonesia Raya bernama Tengku Chaidir sedang mengawal para rakyat bersatu yang berjalan kaki dengan tertib hingga memacatkan jalan dengan rute dari Jalan Brigjen Katamso, Jalan Suprapto, Jalan Jenderal Sudirman kemudian mengarah ke Jalan P.Diponegoro depan Kantor Gubernur Sumatera Utara.

 Usai menyampaikan pesan tersebut, maka Ribuan Massa Komite Rakyat Bersatu menyusun barisan melakukan Aksi long march berjalan kaki dari depan Istana Maimun.Medan menuju Kantor Gubernur Sumatera Utara.

 Sesampai di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara sekitar pukul 11.50 WIB, maka ribuan rakyat melakukan orasi dikomandoi salah seorang koordinator aksi yang menyuarakan tuntutan rakyat.

 Dikarenakan Suara Azan Berkumandang dari Mesjid Agung Medan, maka Sementara waktu Orasi terhenti sejenak, dan pada kesempatan itu salah seorang Koordinator Aksi sempat diwawancarai para awak media diantaranya hadir Tim Investigasi Media Online Potretri007 yang sedang meliput.

 Usai sholat Dzuhur , maka para demonstran melakukan aksi kembali sembari melakukan orasi yang disuarakan oleh koordinator Aksi melalui mobil aksi dengan menggunakan alat pengeras suara yang cukup keras.

 Berkelang beberapa menit kemudian, para demonstran menyanyikan lagu Ibu Pertiwi secara serentak dan selanjutnya sambil menyanyikan lagu ibu Pertiwi yang cukup sedih nadanya, maka para demonstran membakar 4 kerenda hitam yang didalam kerenda terlihat ada ban bekas yang turut dibakar, sehingga saat api membara terlihat asap hitam mengepul tebal  menjulang tinggi.

 Para Demonstran sangat kecewa dikarenakan Bapak Gubernur Sumatera Utara tidak dapat ditemui.

 Didalam orasinya salah seorang koordinator aksi sangat mengecam adanya tindakan Oknum oknum PTPN II yang melakukan Okupasi penggusuran secara paksa  di lahan Petani Rakyat Bersatu.

 Dengan nada keras koordinator aksi juga meminta agar Gubernur Sumatera Utara dapat segera menemui para Rakyat yang sedang melakukan aksi di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara.

 Salah seorang Koordinator Aksi saat menyuarakan orasinya, sudah tidak dapat lagi menahan Emosi sehingga Nama Gubernur Sumatera disebut sebut dengan kata kata yang sudah tidak sopan lagi, bahkan dengan nada keras memanggil Nama Gubernur Sumatera  Utara dengan sebutan namanya langsung ..." Woi.Edy Rahmayadi, segera keluar kau ...bahkan juga menuduh dan mengecam keras adanya dugaan Gubernur Sumatera Utara telah melakukan kerjasama dengan para mafia tanah.

 Yang dengan sengaja mendukung PTPN II melakukan Okupasi menggusur para petani dari tanah garapannya yang telah Diusahai lebih dari 20 tahun dengan mengokupasi dan menggusur paksa mengerahkan dan menggunakan Oknum oknum TNI dan Polri sebagaimana yang dilakukan oleh pihak PTPN II beberapa waktu lalu di Kebun Bekala dan Mencirim.

 Sehingga para petani dari Bekala dan Mencirim dengan jerih payah berjalan kaki dari Medan ke Jakarta untuk menemui dan mengadukan nasibnya kepada Presiden R.I Joko Widodo, namun sangat disesalkan tuntutan Para Petani tidak seperti yang diharapkan, bahkan Presiden R.I tidak dapat ditemui langsung di Istana Negara.

 Berkelang beberapa waktu kemudian salah seorang staf Kantor Gubernur Sumatera Utara menaiki mobil komando aksi dengan menjanjikan dalam waktu 2 (dua) hari para perwakilan Aksi dari Komite Rakyat Bersatu akan dipanggil untuk melakukan musyawarah dalam merealisasikan Tuntutan Rakyat Bersatu.

 Untuk selanjutnya Komite Rakyat Bersatu menunggu jawaban Pihak Gubernur dalam waktu 2 (dua) hari, apabila tidak juga direalisasikan, maka Komite Rakyat Bersatu...Mengancam Akan menurunkan Ribuan Massa dan akan melakukan aksi menginap di Kantor Gubernur Sumatera Utara, tegas Koordinator aksi yang berorasi antara lain dikatakan Saifal Bahri, Joni Siregar dan ibu Simamora.

 Akhirnya saat Azan Sholat Ashar Berkumandang dari Mesjid Agung Medan maka Para Rakyat dari Komite Rakyat Bersatu membubarkan diri dengan tertib dikawal Mobil Patroli Polri.

Aksi damai yang dilakukan di depan Kantor Wilayah BPN Sumatera Utara dan didepan Kantor Gubernur Sumatera Utara tersebut dilakukan Massa Komite Rakyat Bersatu adalah dalam rangka memperingati Hari Petani dan Hari Agraria yang telah 60 tahun berlangsung tetapi kepastian hukum atas Tanah Untuk Rakyat tidak kunjung tiba, yang diterima oleh rakyat malah sebaliknya, Rakyat digusur dan di Okupasi.(red).

Post a comment

 
Top