0


POTRETRI 007
- Sejumlah elemen masyarakat berkumpul di Depan Kantor Pos Kota Medan dan Lapangan Merdeka Medan melakukan aksi damai tolak Omnibus Law dan Tolak Investasi Asing.


Sekumpulan masyarakat mengatasnamakan rakyat Indonesia yang berpakaian kaos hitam dan membawa bendera Hitam dengan Lambang Tengkorak  sambil mengibarkan Bendera Merah Putih sambil bertepuk tangan dan menyampaikan orasi Tolak Omnibus Lau menyempatkan diri menyuarakan dengan serentak RE VO LU SI , Revolusi...Revolusi...Revolusi, dengan lantang mereka mengatakan Revolusi dimulai Hari ini tepatnya Tanggal 20 /10/2020 yang merupakan tanggal bulan dan tahun kembar yang keramat dan penuh berkabung bagi Seluruh Rakyat Indonesia.


Tampak aksi Damai dikawal oleh aparat Kepolisian Kota Medan guna menjaga dan mengamankan jalannya aksi yang telah dibatasi waktu sampai pukul 17.00 WIB.


Namun dikarenakan setelah batas waktu yang telah ditetapkan sekelompok masyarakat tersebut masih juga melakukan Orasi, maka pihak Kepolisian dengan jumlah cukup besar menggiring dan menghalau para Demonstran agar membubarkan diri.


 Sambil jalan beriring iringan para Demonstran berjalan kaki mengelilingi Lapangan Merdeka dari Depan Kantor Pos mengarah Jalan Bukit Barisan lalu Menuju Jalan Depan Stasiun Kereta Api dan akhirnya berhenti dan berkumpul tepatnya di Depan Bank Mandiri dan Jalan Depan Titi Gantung Medan.


Menjelang Maghrib, ketika Suara azan berkumandang para Demonstran belum juga bubar, maka pihak kepolisian menghimbau kembali agar para Demonstran segera membubarkan diri namun Pihak Demonstran tetap bertahan, malah ada salah seorang Wanita Orator berteriak teriak kami hanya Menyampaikan Aspirasi Rakyat Indonesia, kenapa kami dibatasi waktu...? DIMANA KEADILAN INI Teriaknya menggunakan Mikropon hingga memacatkan kendaraan yang melintas di jalan depan Bank Mandiri Medan tersebut.


 Akhirnya para Demonstran dipaksa dibubarkan oleh Pihak Polri dengan menggunakan Sepeda Motor Trail dengan suara Gas yang cukup keras, hingga membuat para Demonstran khususnya Para Wanita Histeris ..berjalan kembali menuju


 Jalan Lampu Merah Kesawan Tepatnya di Depan Gedung Kantor PP.London Sumatera.


 Saat para Demonstran berkumpul di Perempatan Lampu Merah tiba tiba salah seorang Anggota Polri Melepaskan Tembakan Gas Air Mata dengan tujuan agar Para Demonstran Segera Membubarkan Diri, dan saat suara tembakan meletus maka para Demonstranpun Bubar dan lari kesana kemari, ada 3 orang Wanita dengan memegang dan bergandengan tangan dipaksa pulang sampai terjadi pertengkaran antara 3 orang wanita tersebut dengan aparat Polri yang mengendarai Sepeda Motor dan juga dikerumuni Aparat Polri berpakaian baju Kaos dan menggunakan Masker.


 Akhirnya hampir pukul 19.00 WIB Para Demonstran telah dipukul mundur oleh Para Aparat Polri, dan terlihat ada salah seorang diduga Provokator sempat diamankan oleh Pihak Polri.


Para Demonstran sambil lari terbirit birit menuju Jalan Hindu meneriakkan Kami akan Aksi lagi pada Kamis (22/10/2020).(kris/red).

Posting Komentar

 
Top