0

Belawan - Pasca telah ditangkapnya sejumlah kapal illegal fishing dalam kurun waktu 1 minggu 5 kapal ikan berbendera Malaysia di Selat Malaka.

Ketua DPD.HNSI Sumut Zulfahri Siagian, SE melalui media online ini Senin (09/11/2020) angkat bicara.

Sebagaimana diketahui penangkapan kapal ikan illegal fishing semula terjadi pada tanggal (02/11/2020) oleh pihak PSDKP Belawan dengan menangkap 2 kapal ikan berbendera Malaysia dengan nomor lambung PKFA 9595 dan PKAFA 7435.

Kemudian pada tanggal (08/11/2020) KRI Krambit - 627 menangkap 3 kapal ikan yang juga berbendera Malaysia dengan nomor lambung PKFA 1223, PKFA 2928 dan PKFA 1921.

Dari kejadian ini apa uang menjadi persoalan?, bahwa kami menilai seharusnya Kementerian Luar Negeri segera menyelesaikan permasalahan Gray Area di Selat Malaka yang masing- masing diklaim oleh pemerintah Indonesia dan Malaysia.

Kementerian Kelautan Kelautan dan Perikanan harus mengambil pelajaran, bahwa kenapa bukan kapal ikan kita yang menagkap ikan disana.. 

DPD HNSI Sumut melalui DPP HNSI Pusat akan meminta kepada Menteri Kelautan dan Perikanan menempatkan/memberikan izin kapal ikan kita untuk beroperasi di wilayah perbatasan tersebut.

"Sayang sekali kita punya laut negara lain yang mengambil hasilnya", ujar Zulfahri.

Lebih lanjut dikatakannya, pemilik kapal agar berani melakukan penangkapan ikan didaerah tersebut.

Nelayan secara bersama- sama dapat mengusahai wilayah perbatasan tersebut, karena tidak kalah dengan negara lain.Ungkap Fahri mengakhiri.(Gus/Blw).

Post a comment

 
Top