0



Belawan
- Meski perairan Indonesia kaya akan potensi perikanan kelautan namun ironisnya nelayan Indonesia justru bekerja di kapal ikan  asing Malaysia dan mencari ikan di negeri sendiri.

Terbukti, 2 kapal ikan Malaysia behasil ditangkap kapal patroli Hiu 01 milik  Pengawasan Sumber Daya Kelautan Perikanan (PSDKP) saat beroperasi illegal fiahing di perairan selat malaka Indonesia.

Keprihatinam itu disampaikan, Ketua DPD.HNSI Sumut Zulfahri Siagian SE menanggapi persoalan itu mengatakan, bahwa ada yang salah dalam menangani nelayan kita. 

Di negara kita cukup banyak ikan kok nelayan harus ke negera tetangga menjadi Nakhoda dan ABK,  bahkan melakukan penangkapan ikan sampai ke Indonesia. 

Oleh karena itu kami meminta instansi terkait untuk menjadikan masalah ini sebagai pelajaran dan mencari solusi agar nelayan nyaman bekerja di Negeri sendiri.Tegasnya.

Sebagaimana diketahui, PSDKP Belawan Andri F didampingi penyidik PSDKP Josia Sembiring menjelaskan, kedua kapal malaysia yang ditangkap tersebut masing-masing 

Kapal PKFA 9595 dinahkodai bernama Nasrul dengan 3 ABK dan 

Kapal Malaysia PKFA 7435 Nakhoda Syahrial Panjaitan dengan 3 ABK.

Seluruh awak kapalnya merupakan warga asal Tanjung Balai  Sumut Indonesia.

Penjelasan itu disampaikan saat digelarnya penyerahan berkas dan barang bukti serta para awak kapal dan nahkoda kapal tersangka illegal fishing dari petugas kapal patroli PSDKP Hiu 01 kepada penyidik PSDKP Belawan.Senin sore tadi (02/11/2020) di aula kantor PSDKP Stasiun Belawan.(leo/Blw).

Post a comment

 
Top