0


Batam, Potret RI 007.
- Kasus terdakwa Sawato Telaumbanua, dilimpahkan Jaksa Penutut Umum (JPU) Kejaksaan Karimun kepri. Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan potret  dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun, dilimpahkan 20 November 2020.

Perkara bernomor 233/Pid.Sus/2020/PN Tbk ditangani lima JPU. Antara lain, Sukamto, Dodi Gazali, Andriansyah, Arie Prasetyo, dan Febby Erwan Saputra. Dan sesuai jadwal, Sawato Telaumbanua yang merupakan warga  Batam, akan disidang perdana pada Rabu (25/11)

Seperti diketahui, dosa Sawato Telaumbanua adalah mengimpor kain bekas pakai alias balpres tanpa manifest. Melalui kapal KM. Silvi Jaya/ KLM.Bintang Jaya. Dalam perkara ini, Sawato Telaumbanua tidaklah sendirian. Tapi bersama, nakhoda kapal Yunsas Peni. Sementara ketiga lainnya, ALI Reno alias Rano alias Renol dan Rino belum tertangkap alias D. P. O. 

Sawato Telaumbanua dan Yunsas Peni ditangkap Bea Cukai pada Minggu 29 Maret 2020 sekitar pukul 21.00 WIB di Perairan Sungai Rawa, Kecamatan Sungai Apit, Kabuapten Siak, Provinsi Riau.

Berdasarkan hasil investigasi, Import berupa tekstil/kain baru dalam bentuk gulungan berjumlah 2.760 (dua ribu tujuh ratus enam puluh) Gulung yang tidak tercantum dalam manifes sebagaimana dalam pasal 7 A ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan.

Informasi yang diperoleh Potret Ri. Sawato Telaumbanua diduga merupakan pemain lama barang impor kain bekas di Batam. Dan memiliki perusahaan di Batam yang bergerak di bidang ekspedisi. Dugaan, Sawato Telaumbanua tidaklah sendirian.

“Ada bos besar yang cukup lihai berurusan dengan oknum pejabat inisialnya FT. Ini yang semestinya harus ditangkap. Dan kami telah memiliki bukti keterlibatan dia,” kata sumber yang meminta namanya tidak dipublikas(Fir/Dy.)

Post a comment

 
Top