0

Medan, Potret RI - Terkait status tanah lapangan Merdeka Medan tidak dijadikan Cagar Budaya, pihak LBH Humaniora mendaftarkan gugatannya ke Pengadilan Negeri Medan terhadap Walkot Medan.

"Baru saja kita medaftarkan gugatan warga negara terhadap Walikota (Walkot) Medan prihal tanah lapangan merdeka tidak dijadikan sebagai cagar budaya.

Dengan didaftarkannya gugatan ini harapan kita Semoga Pengadilan Negri Medan tepatnya di hari Pahlawan ini 10 November 2020 dapat memerdekakan Lapangan Merdeka kembali ke yang asliannya," imbuh DR.Redyanto Sidi,S.H.,M.H. Advokasi LBH Humaniora didepan awak media.Selasa (10/11) sekira pukul 10:00 wib di halaman Parkir Pengadilan Negeri Medan.


Lebih lanjut dijelaskan, berdasarkan hal tersebut maka kuasa hukum akan mengajukan gugatan tersebut dan menuntut walikota Medan agar melakukan hal-hal sebagai berikut :

1 - Melakukan Revisi / peninjauan kembali terhadap peraturan daerah no 13 tahun 2011 tentang RTRW kota Medan tahun 2011-2031 dan memasukan Tanah Lapangan Merdeka Medan seluas 4,88 Ha ke daftar cagar budaya dan / atau .


2 - Menerbitkan peraturan Daerah kota Medan dan atau keputusan Walikota Medan dan atau peraturan Walikota Medan yang menetapkan secara tegas Tanah Lapangan Merdeka Medan seluas 4,88 Ha sebagai Cagar budaya.

 

Dalam Konfrensi Pers tersebut turut hadir Miduk Hutabarat sebagai warga negara sipil, dari Lembada Hukum Humaniora dipimpin oleh DR.Redyanto Sidi,S.H,M.H,  Novri Andi Akbar,S.H.  Ramadianto,S.H. Jaka Kelana,S.H  Mahadi Oloan Sitanggang,S.H. Fathin Abdullah,S.H dan Suci Adha Aprilianti Sinaga,S.H.


Miduk Hutabarat @ mewakili Koalisi Masyarakat Sipil Medan-Sumatera Utara Peduli Lapangan Merdeka. Koalisi yg memberi mandat kepada Tim 7 Medan menggugat Tanah Lapang Merdeka yg di Ketuai Dr. Redyanto Sidi, S.H , M.H (Yanti T)

Posting Komentar

 
Top