0

Medan, Potret RI 007 - Masih soal Gedung Jl. Pemuda No. 19A. Saya atas Nama Ahmad Yani bin Abdul Hamid selaku penerima Kuasa Penuh menulis surat terbuka dan Pernyataan sikap : Perjuangan KITA di Gedung Jl. Pemuda No. 19A. 

Surat Terbuka dan Pernyataan Sikap ini di buat karena 

ADA PERTANYAAN ANGGOTA :

Wajarlah Anggota bertanya kepada saya soal batas waktu SURAT KUASA yang diberikan  pihak para Ahli Waris Kepada FPU LEMBAGA BANTUAN ALLAH tertulis selama 6 bulan. Karena semua KITA berharap Gedung tersebut dapat terselesaikan dengan baik dan bijaksana (JALAN DAMAI YANG KITA TEMPUH) 

Saya menjawab PERTANYAAN Anggota soal batas waktu SURAT KUASA ENAM BULAN.

Saya jawab dengan TEGAS tidak bisa AHLI WARIS GANGGU GUGAT KARENA KITA SUDAH TERBUKTI Bekerja keras berkorban dan berbuat untuk menguasai FISIK dengan maksud tujuannya untuk menyelesaikan SENGKETA GEDUNG TERSEBUT. 

Mana mungkin kita tinggalkan begitu saja gedung tersebut sementara kita sudah berbuat dan bunyi isi SURAT KUASA tersebut ada batas waktu 6 bulan.

Perjuangan sudah kita buktikan dan saya mengatakan 100% Gedung sudah milik ahli waris. Akan saya bukti suatu saat nanti di bulan Januari 2021 kita akan masuk dalam Gedung tersebut. Sampai saat ini perjuangan kita belum ketemu titik terangnya. 

Karena TARGET PROGRAM KERJA KITA BELUM TERWUJUD PIHAK PENGADILAN NEGERI MEDAN TIDAK BISA MENJAWAB, MEMBALAS DAN MEMENUI PERMINTAAN KITA SECARA TERTULIS SURAT PERNYATAAN DARI PENGADILAN NEGERI MEDAN SOAL ISI PUTUSAN SURAT SALINAN ANMANING EKSEKUSI GEDUNG TERSEBUT YANG DIKELUARKAN PN. MEDAN. 

PERJUANGAN yang sudah KITA lakukan :

1. Pengadilan sudah kita gugat berulang kali. 

2. Pihak Tong Chun Chun sudah kita gugat MELALUI SURAT

3. Pihak indocape sudah kita gugat bahkan kita sudah mengundang mereka MINTA BANTUAN lewat instansi terkait Lurah Aur namun pihak Perusahaan Indocape sekalipun tidak pernah memenuhi undangan tersebut, (SEMUA PIHAK TIDAK DIHARGAI OLEH PERUSAHAAN INDOCAPE) Sehingga KITA semuanya tidak mendapatkan penjelasan dari Indocape. 

Jadi sampai mati pun KITA WAJIB MEMPERTAHANKAN HAK KITA yang sudah berbuat dan bekorban dengan apa adanya. 

Jangan coba - coba AHLI WARIS meronta soal batas waktu enam bulan. Ahli waris juga harus paham dengan apa yang sudah KITA perbuat untuk memperjuangkan HAK AHLI WARIS. 

Disini saya Selaku Ketua Umum DEWAN PIMPINAN PUSAT Forum Peduli Ummat (FPU) LEMBAGA BANTUAN ALLAH serta Dewan Pimpinan Redaksi Online Potret RI 007 Kordinator Wilayah Sumatera Utara - Bagian Utara (Prov.Nangro Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Riau dan Sumatera Barat) serta Penasehat Raccasering Badan Peserta Hukum untuk Masyarakat dan Negara. SIUP-PM.   : No. 01451/1.824.271 NPWP : 21.057.287.1-94803.AH.01.01 Tahun 2008.

Menulis Surat Terbuka dan PERNYATAAN SIKAP Kepada para Ahli Waris

Saya selaku PENERIMA KUASA PENUH DAN AMANAH WAJIB MEMIKIRKAN BAGAIMANA GEDUNG TERSEBUT DAPAT TERSELESAIKAN DENGAN JALAN DAMAI. DAN SAYA SELAKU PENERIMA KUASA PENUH DAN AMANAH BUKAN SAJA HANYA MEMIKIRKAN HAK PARA AHLI WARIS. 

DISINI SAYA JUGA TIDAK MAU ANGGOTA KECEWA TIDAK MENDAPAT DARI HASIL PENGORBANANNYA SELAMA INI. 

Lain ceritanya kalau tidak sama sekali kita kerjakan PENGUASAAN FISIK GEDUNG tersebut dan tidak menjalankan AMANAH PARA AHLI WARIS. 

SELAMA 4 BULAN KITA sudah berjuang MATI - MATIAN kepala jadi kaki, kaki jadi kepala. 

Terus apakah mentang - mentang batas waktu enam bulan lalu kita mengundurkan diri (Inilah intinya pertanyaan pak Nawi) atau ahli waris bilang sudah habis batas waktunya Waktu yang mana.....

Kalau KITA tidak sama sekali  kerjakan berhak Ahli Waris mencabut KUASA. Bahkan semestinya para AHLI WARIS mendukung kita dengan apa saja yang mereka bisa buat untuk MENDUKUNG mensukseskan PERJUANGAN GEDUNG tersebut. 

Dalam hal ini saya selaku penerima KUASA dan amanah saat ini dan seterusnya sampai dengan selesai wajib memikirkan ahli waris dan anggota yang piket serta yang laian. Matipun saya siap mempertahan kan HAK kita.

Medan 24 Desember 2020.(Red Ayah)

Post a comment

 
Top