0

POTRET RI007, BELAWAN - Pasca ditangkapnya kapal nelayan pancing (rawe) asal Desa Paluh Sibaji Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang, Ketua DPD HNSI Sumut Zulfahri Siagian, SE angkat bicara dan mengaku prihatin.

Sesuai info yang diterima pihak HNSI Sumut, bahwa 4 nelayan tersebut ditangkap KM. TUGAU 1740 LT Aset Agency Penguatan Maritim Malaysia (APMM) Perak Malaysia.

"Saya menindak lanjuti ke nelayan kami yang berada di Desa Paluh Sibaji Kabupaten Deli Serdang,

setelah berkomunikasi dengan pemilik kapal Hasan Basri (52 th) menyatakan

Benar bahwa Kapal Ikan dengan alat tangkap Pancing Rawe 5 GT berangkat dari Pantai Labu Desa Paluh Sibaji Kab. Deliserdang pada tanggal 4 Februari 2021," jelas Zulfahri pada awak media ini Minggu (07/02/2021).

Lebih lanjut disampaikannya, adapun awak kapal adalah;

1. Nurhuda (32 th) Tekong

2. Mujiono (40th) ABK

3. Idris (38 th) ABK

4. Yudi Yustira (21th) ABK.

Menurut infonya pada tanggal 6 Februari 2021 Kapal Ikan tersebut diperiksa APMM Malaysia dan menyatakan bahwa telah melanggar Wilayah Malaysia sehingga Kapal Ikan tanpa nama dan ke 4 nelayan di bawa ke Malaysia utk pemeriksaan.

Hasan Basri  sudah mengingatkan Tekong untuk tidak menangkap di Wilayah Malaysia.

Tekong tersebut baru kali ini membawa, sebelumnya saya sendiri.

Berhubung ada keperluan acara keluarga, saya meminta Nurhuda untuk membawa bot, ungkap Hasan Basri kepada ketua DPD HNSI Sumut.

Atas kejadian ini Zulfahri Siagian SE mengatakan, saya menyakini bahwa ditangkap kan kapal ikan ini akibat pihak Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) menangkap kapal ikan Malaysia (04/02/2021).

"Ini adalah balas dendam.Kami ingin minta klarifikasi kepada Konjen Malaysia yang ada di Medan,"cetus Fahri.

Menurut Zulfahri, kejadian ini sudah sering terjadi.

Jika KKP menangkap kapal ikan Malaysia, mereka juga menangkap kapal ikan kita, ungkap Fahri mengakhiri.(leo/Blw).

Posting Komentar

 
Top