0
MEDAN | TV Online RI - Kalangan nelayan berharap kedepannya peraturan maupun kesepakatan yang telah dibuat agar tetap dijaga dan tak dilanggar begitu juga bagi aparat penegak hukum di laut hendaknya tetap eksis menegakkan peraturan dan Undang undang yang telah ditetapkan.

"Kita berharap dengan adanya kesepakatan antara nelayan kecil dengan kalangan nelayan pemilik kapal besar atau pengusaha perikanan tak lagi melanggar kesepakatan yang telah dibuat, kapal nelayan besar tak lagi dibenarkan memasuki zona tangkap kapal nelayan kecil yakni 4 mil kebawah, kita juga berharap aparat keamanan di laut jangan malah jadi pembeking terhadap kapal ikan bermasalah,"Ungkap Azhar Ong wakil Ketua DPD HNSI Sumut saat dihubung media ini usai mengelar pertemuan  penandatanganan bersama antara Nelayan skala besar dan kecil di Miyana hotel Jalan H.Anif Shah Medan.


Pertemuan dan kesepakatan nelayan skala besar dan kecil tersebut diharapkan semoga ke depan saling bekerja sama membangun kelautan dan perikanan tanpa kegaduhan.Rabu (24/08).

Azhar Ong juga menginformasikan, kesepakatan antara nelayan skala besar dengan nelayan kecil ini bertujuan guna mencegah terjadinya aksi bentrokan antar nelayan serta dilaksanakannya penegakkan hukum di laut serta turut melestarikan habitat biota laut.Sanksi atas pelanggaran itu nantinya akan disita surat maupun dokumen kapal.Jelas mantan ketua HNSI Medan tersebut.

Hadir dalam pertemuan tersebut Kadis Kelautan Perikanan Sumut (Kadiskanlasu) Zonni Waldi, Sekjen DPD HNSI Sumut Fendi Pohan, Kelompok nelayan, PNTI, Assosiasi Pengisaha Perikanan Gabion Belawan (AP2GB) maupun Sekretaris Assosiasi Pengusaha Pukat Teri (ANPATI) Alfian MY, mewakili pihak Ditpolairdasu, Lantamal I Belawan, PSDKP, PPSB, Syahbandar Perikanan serta instansi terkait lainnya.(Red/Blw). 

Posting Komentar

 
Top