0
POTRETRI007.COM - Pasca diberondong tembakan kapal nelayan kerang KM.Barokah Sari GT 15 hingga menewaskan seorang nelayan dua luka tembak diduga dilakuka oknum aparat Polair, DPD Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia (PNTI) Kota Medan mendesak dilakukan pengusutan secara tuntas serta pelaku penembakan terhadap nelayan segera ditangkap di proses sesuai hukum yg berlaku.

Demikian disampaikan Rahman Grafiqi selaku ketua DPD. PNTI Kota Medan melalui media online ini Rabu (12/09/2018) di Medan.

Menurut Rahman,
Akibat permen 71 Tahun 2016  2016 banyak nelayan kecil yang jadi korban.

"Kami minta kepada aparat penegak hukum jangan tebang pilih,
Yang kecil ditindas sedangkan yang besar dibiarkan,
Kami meminta ke pada negara agar sesegera mungkin memberi solusi bukan penindakan karena nelayan bukan perampok, pencuri,
Nelayan sekedar mencari makan untuk anak istrinya", cetus Rahman.

Sebagaimana diketahui diduga kuat pelakunya tiga oknum anggota Satpol Air Polres Rokan Hilir Polda Riau yang saat kejadian menggunakan kapal nelayan, bukan kapal patroli.

Para pelaku diduga memberondong peluru ke arah KM Barokah Sari yang tengah mencari kerang hingga menewaskan Swarso alias Manggor dan melukai dua ABK lainnya, Agus, 30, dan Iwan, 30.

Tidak diketahui secara pasti motif penembakan itu, namun informasi beredar, oknum polisi menduga nelayan kerang melakukan pencurian ikan di wilayah Riau dan melawan petugas saat akan ditindak.

Akibat aksi brutal oknum Satpol Air Polres Rokan Hilir, Tanjungbalai mulai bereaksi, ratusan masyarakat turun ke jalan mengutuk keras aksi diduga sewenang-wenang aparat kepolisian Polres Rokan Hilir. Aksi diawali dengan orasi di bundaran PLN, selanjutnya berjalan kaki menuju Mapolres Tanjungbalai, Rumah Dinas Wali Kota Tanjungbalai, dan Kantor DPRD setempat.(jg/gs)

Posting Komentar

 
Top