0
"Putusnya jembatan dan banjir membuat lumpuhnya jalur perekonomian dan rusaknya infrastruktur yang didanai dana swadaya masyarakat,  di Kexamatan tambusai utara, desa mahato timur dengan dusun sidomulyo"

Riau | Potret RI - Desa Mahato Timur terletak di kecamatan Tambusai Utara kabupaten Rokan Hulu provinsi Riau. Luas Desa Mahato Timur ini adalah 2000 Ha dengan jumlah penduduk 450 kepala keluarga yang terdiri atas 1.345 jiwa. 

Desa Mahato Timur merupakan pemekaran dari desa Mahato, yang mengalami pemekaran pada tahun2006. Desa Mahato Timur terdiri atas tiga dusun, yaitu dusun satu Mompa, dusun dua Sidomulyo, dan dusun tiga Batang Buruk. 

Sebagian besar wilayah terdiri atas perkebunan kelapa sawit, perkebunan pohon karet, perumahan masyarakat, fasilitas umum seperti jalan, sarana pendidikan. 

Dua jalur utama di Provinsi Riau seperti lintas Riau-Sumatra Utara di Kecamatan Tambusai Utara, Rokan Hulu dan jalur penghubung dua kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi dikabarkan putus setelah hujan membuat jalan yang sebelumnya dibangun melalui dana swadaya masyarakat kian hancur.

Sejumlah warga melaporkan kepada Tim Media Online Potret senin, 29/10, dimana untuk lintas penghubung Riau dengan Sumut yang berada tepat di desa Mahato, Kecamatan Tambusai Utara, Rokan Hulu tidak lagi bisa dilintasi kendaraan roda empat diakibatkan putusnya Jembatan pada jalur lintas. 

Tidak hanya itu, menurut warga tempatan, jalanan penghubung dua provinsi tersebut tidak dapat dilintasi,  yang menyebabkan kerap kendaraan yang mencoba melintas di jalur itu terpuruk dan akhirnya mengalami kerusakan parah pada kendaraan,  dan mengakibatkan anak anak yang akan melanjutkan pendidikannya setelah libur tidak dapat melintas. 

"Sudah banyak mobil yang terjebak dan akhirnya mogok di tengah jalan yang rusak, berlubang dan berlumpur," kata seorang warga di Desa Mahato, Rizal (34).

Menurut dia, kondisi kerusakan jalan di Desa Mahato sebenarnya sudah terjadi sejak lama, namun akibat hujan deras 28/10, minggu sampai hari ini masih mengguyur wilayah tambusai, mengakibatkan kerusakan semakin parah dan kini hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua.

Bahkan akibatnya, kata warga, dilokasi jalan rusak itu, sempat terjadi kemacetan sepanjang lebih dari tiga kilometer.

Ratusan kendaraan tersebut terjebak dalam situasi yang sebelumnya tidak sempat terfikirkan, mengingat jalur tersebut merupakan jalur utama penghubung dua provinsi, yakni Riau-Sumut.

Menurut keterangan, sejumlah warga tempatan, kerusakan di jalur ini juga telah terjadi sejak lama, namun hujan yang terus menerus membuat badan jalan kian hancur hingga tidak lagi bisa dilalui berbagai jenis mobil.

Dua jalur yang putus akibat rusak parah tersebut merupakan jalan provinsi dan nasional dengan total panjang kerusakan terurai mencapai lebih dari sepuluh kilometer.

Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum diharapkan segera bertindak cepat atas kondisi rill tersebut dan juga memperbaiki jembatan yang terputus tersebut ungkap Rizal kembali. (Red. Su/RH) 


Posting Komentar

 
Top