0
 "Kebersamaan dalam gerakan 1 juta tanda tangan penolakan Narkotika, dari seluruh kalangan masyarakat baik itu organisasi kepemudaan maupun umum"

Medan | Potret RI - Narkoba di Indonesia sudah semakin mengkhawatirkan dilihat dari peredarannya, P4GN yang dicanangkan oleh Pemerintah masih perlu disikapi kembali, bahwa korban pengguna juga Bandar semakin tinggi tingkat kriminalitasnya maupun tingkat penangkapan di semua wilayah Indonesia.

Peredaran Narkoba yang diindikasikan dari luar memasuki wilayah Indonesia untuk dijadikan Target Utama peredarannya, dan Penggunaan tidak lagi diposisi kalangan atas, malah semakin banyak dikalangan bawah dengan tingkat usia dari TK, SD, sampai Perguruan Tinggi maupun pengguna dari kalangan instansi yang bertugas sebagai aparatur Negara dan pelayan masyarakat.

hal ini yang menjadi perhatian dari PANNA (Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha) founder Amartha Foundation yang berdiri di Jakarta melalui DPW PANNA melaksanakan Gerakan dengan menciptakan antipati dari seluruh kalangan Masyarakat Sumatera Utara pada gerakan 1 juta tanda tangan penolakan narkotika, yang dilaksanakan pada saat Car Free Day di Pelataran Jalan Lapangan Merdeka, Minggu, 28/10.

Ketu DPW PANNA Sumut dan Kordinator Wilayah Aceh Vivian Arnie, SH yang didampingi Sekjen DPW PANNA Sujarno dan anggota PANNA menyampaikan pesan moral kepada seluruh peserta Car Free Day untuk melindungi keluarga dan turut ikut melakukan penolakan penggunaan Narkoba, "Narkoba tidak mengenal Keluarga, apalagi Agama, Hukum, maupun Aturan dan Peraturan yang penting mereka para pelaku tindak kejahatan sesuai dengan UU No.35 tentang Narkoba itu mendapatkan hasil dari beredarnya barang haram yang mereka miliki, jadi kita sebagai orang tua diharapkan bersama sama melindungi dan menjaga anak anak kita, dan generasi kita, bagi yang muda muda ini harus bisa membentengi diri dari jeratan jaringan Narkoba", terangnya.

Sementara itu Kapolrestabes Kombes.Pol. Dadang Hartanto terpantau tim media meninjau kawasan Car Free Day lapangan Merdeka dan bersama sama dengan masyarakat melaksanakan olah raga, dan bersamaan itu kegiatan yang bersamaan denga hari Sumpah Pemuda.

Dari Pantauan Tim dilapangan peserta penandata tanganan dari seluruh kalangan baik dari organisasi kepemudaan dan masyarakat umum dengan disediakan tempat penandatanganan dari Tim DPW PANNA Sumut diatas baleho yang berukuran 10 x 1.5 m.

Antusias Masyarakat terhadap peredaran itu menjadikan motivasi bagi seluruh aspek organisasi yang ada baik dari Instansi Pemerintah untuk melakukan pencegahan dan melaksanakan penyembuhan bagi korban korban pengguna Narkoba.

Gerakan 1 juta tanda tangan selain PANNA turut juga dalam gerakan sosial ini dihadiri dari Organisai Gempur (Gerakan Muslim Peduli Rakyat ) dan Yayasan Dharma Mulia Kasih, yang menjadi partnership PANNA dan bekerjasama dengan Mie Sedap, dengan metode setiap warga dan masyarakat Kota Medan Khususnya yang hadir setelah penandatangan mendapatkan pelayanan dari Mie Sedap secara gratis. (Red.Su)

Posting Komentar

 
Top