0

POTRETRI007.COM- TIM ADVOKASI Lembaga Bantuan Hukum Kesatuan Aksi Pengemban Amanat Pederitaan Rakyat (LBH KAP AMPERA) yang dipimpin Vivian Arnie.SH.MH, Carles Sitanggang, Effendi,SE dan M.Sukadi Jaya Lubis,SH Pasca habisnya masa tahanan Oknum Wartawan Bharindo Jumat 26 Oktober 2018 Melaporkan dan  Mengadukan Oknum Polri PTDH Brigadir RDL ke MABES POLRI atas perbuatan KEJAHATAN PEMUKULAN OKNUM WARTAWAN BHARINDO yang dilakukannya di Rumah Syamsuri dihadapan ibu Kandung dan Abang dan adik kandungnya. Secara rinci LBH KAP AMPERA melaporkan
Kronologis permasalahannya atas Pernyataan Kliennya yang dituangkan diatas meterai cukup disaksikan 2 orang saksi yang mengetahui adanya RENCANA JAHAT yang dilakukan oleh Oknum Polri PTDH Brigadir RDL.
Awal kejadiannya Wartawan Bharindo S.A.S pada Hari Sabtu tanggal 27 Januari 2018 sekitar Lebih kurang jam 15.00 Wib dijemput TERSANGKA RDL di daerah Purnama tepatnya di depan toko Foto Copy, saat itu S.A.S Oknum Wartawan BHARINDO baru saja menyelesaikan pekerjaannya memprint berita tentang pendirian Pengurus Wilayah LBH KAP AMPERA, POTRET RI007 & PASUKAN KHUSUS GARUDA MERAH PUTIH INDONESIA RAYA PROV.RIAU
Korban dijemput dengan sepeda motor disaksikan AMIR HAMZAH mertua RDL dan ANTON HP.NAIBAHO Salah satu Pengurus Perwakilan Media Online Potretri007 Provinsi Riau yang juga salah satu Pengurus LBH KAP AMPERA PROV.RIAU yang baru ditunjuk dan diangkat pada tanggal 27 Januari 2018, padahal korban rencana sore itu sekitar pukul 16.00 WIB mau berangkat ke Medan UNTUK MENGHADIRI ACARA PERESMIAN SEKRETARIAT BERSAMA MEMPERTAHANKAN NKRI UNTUK NEGARA & MASYARAKAT yang akan dilaksanakan pada :Hari Minggu 28 Januari 2018 Bertempat di Lapangan Parkir Padang Golf Polonia depan CBD POLONIA Medan.  memesan MOBIL TRAVEL.
Saksi korban dikarenakan tidak mencurigai adanya gejala RENCANA JAHAT yang dilakukan RDL yang diduga didukung B.SH, warga Tangerang Banten, saat ini ditoleris tinggal diwalah Bekasi yang mengaku sebagai Oknum Pengacara setelah dikonfirmasi kepada B.E.Hutabarat menjelaskan bahwa ternyata izin Pengacara B.SH telah dicabut, dan terinformasi keberadaan B.SH di Dumai didukung oleh SND dkk yang merupakan salah satu Klien LBH KAP AMPERA, diduga SND telah menfasilitasi Keberadaan B.SH di Dumai dibantu JRN dkk. Awalnya B.SH ke Dumai diajak S.A.S Oknum Wartawan Bharindo Mengingat B.SH mengaku semarga dgn S.AS  
Sekitar pukul 15.20 S.A.S dibawa kerumah Syamsuri ayah kandung RDL, Setiba di rumahnya Syamsuri didampingi isterinya  menyambut S.A.S dengan DINGIN tidak seperti biasanya, saat S.A.S duduk dikursi tepatnya langsung pintu ditutup oleh RDL. Kemudian S.A.S disuruh menghubungi SYAMSUL MALIKI yang merupakan PIMRED BHARINDO, sedang asyik menelepon..TIBA-TIBA RDL MEMUKUL SANGAT KERAS MENGENAI DADA S.A.S, HINGGA S.A.S (53 thn) MERASAKAN DADANYA SESAK DAN LUKA DALAM, SEPERTI DIHIMPIT BATU BESAR, AKIBAT DIPUKUL DENGAN TINJU TEPAT DIDADA S.A.S dan DENGAN KASARNYA RDL MERAMPAS HP S.A.S hingga kini belum kembali.
Atas TINDAKAN KRIMINAL,KEJAHATAN yang dilakukan RDL didepan kedua orang tuanya dan saudara kandungnya diduga telah direncakan tersebut maka LBH KAP AMPERA dengan tegas melaporkan dan mengadukan RDL Ke KAPOLRI dan KABARESKRIM POLRI dengan tuduhan RDL dkk telah dengan sengaja melakukan kejahatan yang Melanggar Pasal 355 ayat (1) KUHPidana dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun. jo.Pasal 356 ayat (2) hukumannya dapat ditambah dengan sepertiga. "Kami minta KAPOLRI segera memerintahkan KABARESKRIM POLRI SEGERA MENANGKAP RDL OKNUM POLRI PTDH, dan sesuai informasi bahwa RDL ternyata PEMAKAI NARKOBA.
selain itu RDL ternyata BEKAS OKNUM POLISI RESIDIVIS pernah di PENJARA DI KARENAKAN MENCURI LAP TOP POLRES DUMAI, kami akan usut tuntas ada skenario apa atas PEMUKULAN OKNUM WARTAWAN BHARINDO YANG DILAKUKAN RDL OKNUM POLRI SELAT PANJANG KEPULAUAN MERANTI YANG DI BERHENTIKANTIDAK DENGAN HORMAT (PTDH) OLEH KAPOLDA RIAU." Tegas Carles Sitanggang didampingi M.S.J.Lubis,SH dan Vivian Arnie,SH.MH ketika diwawancarai di MABES POLRI .Blok.M. TIM LBH KAP AMPERA Juga akan melaporkan Oknum Pengacara B.SH yang telah dicabut izinnya diduga telah menyalahgunakan wewenang & terlibat PEMALSUAN STEMPEL LBH KAP AMPERA.(red).

Posting Komentar

 
Top